Rabu, 6 Mei 2026

Reformasi Polri

6 Usulan Reformasi Polri ke Prabowo: Kompolnas Jadi Lembaga Eksekutor Berwenang

KPRP ajukan enam reformasi Polri ke Prabowo, termasuk penguatan Kompolnas berwenang mengikat dan revisi UU Kepolisian hingga 2029.

Tayang:
Penulis: Taufik Ismail
Sekretariat Presiden
REFORMASI JABATAN KAPOLRI — Presiden Prabowo Subianto menerima laporan akhir Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Anggota KPRP sekaligus Penasihat Khusus Presiden, Jenderal (Purn) Ahmad Dofiri, mengungkapkan salah satu poin krusial yang diusulkan adalah pengaturan pedoman jenjang karier polisi serta penataan masa jabatan Kapolri guna memperkuat manajerial organisasi. 

Ringkasan Berita:
  • KPRP serahkan laporan 10 buku reformasi Polri ke Presiden Prabowo
  • Kompolnas diusulkan diperkuat jadi pengawas independen berwenang mengikat
  • Enam rekomendasi mencakup kelembagaan, Kapolri, hingga revisi undang-undang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) menyerahkan laporan akhir berisi enam rekomendasi pembenahan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kepada Presiden Prabowo Subianto, di tengah desakan reformasi pascakerusuhan akhir Agustus 2025.

Laporan setebal sekitar 3.000 halaman dalam 10 buku itu diserahkan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026), setelah disusun selama tiga bulan sejak pembentukan KPRP pada 7 November 2025.

Ketua KPRP Jimly Asshiddiqie mengatakan, laporan tersebut mencakup reformasi kebijakan (policy reform) dan alternatif kebijakan (policy alternative) yang dapat dijalankan pemerintah maupun Polri.

Paket rekomendasi ini menjadi salah satu upaya komprehensif pembenahan Polri dalam beberapa tahun terakhir.

“Sehingga sekarang yang kami laporkan tadi sebanyak 10 buku yaitu menyangkut keseluruhan policy reform (reformasi kebijakan) policy alternative (alternatif kebijakan) untuk dijalankan oleh pemerintah maupun oleh polri secara internal,” kata Jimly.

Pertemuan dengan Presiden berlangsung sekitar 3,5 jam dan dihadiri sejumlah anggota KPRP, antara lain Mahfud MD, Yusril Ihza Mahendra, Supratman Andi Agtas, Otto Hasibuan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Idham Azis.

Baca juga: TAUD Soroti 7 Kejanggalan Surat Dakwaan Kasus Andrie Yunus Jelang Sidang Pemeriksaan Saksi

 
Enam Usulan Kunci

Berikut enam rekomendasi utama KPRP dalam reformasi Polri:

1. Kedudukan Polri

KPRP mencatat adanya aspirasi perubahan kedudukan Polri, termasuk usulan pembentukan kementerian baru.

Namun, setelah mempertimbangkan berbagai aspek, KPRP tidak merekomendasikan pembentukan kementerian baru.

Kedudukan Polri tetap di bawah Presiden, dengan penekanan pada penguatan pengawasan eksternal.

“Dengan mempertimbangkan manfaat dan mudharat melalui beberapa pengalaman dan praktik yang dilakukan selama ini, serta memperhatikan konteks keindonesiaan, maka seluruh anggota KPRP bersepakat untuk tidak mengusulkan adanya Kementerian baru,” ujar Jimly.

2. Penguatan Kompolnas

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) diusulkan diperkuat sebagai lembaga independen yang menjalankan fungsi check and balances (mekanisme saling mengawasi dan mengimbangi) terhadap Polri.

Kewenangannya mencakup pengawasan tata kelola, operasional, serta investigasi kode etik, dengan putusan yang bersifat mengikat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved