Moeldoko Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Konsep Bisnis Terpadu Ramah Lingkungan
Moeldoko dorong integrasi UMKM, lingkungan, dan bisnis modern lewat Warisan Kopi di Sentul, serap tenaga kerja lokal
Ringkasan Berita:
- Moeldoko mendorong integrasi bisnis UMKM, lingkungan lestari, dan gaya hidup modern melalui konsep Warisan Kopi.
- UMKM kuliner dikurasi ketat, kapasitas produksi meningkat signifikan, serta didukung peralatan dan ekosistem kafe terpadu.
- Pembangunan menjaga lingkungan tanpa menebang pohon, menyerap tenaga kerja lokal, serta didukung investasi ramah lingkungan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jenderal (Purn) Moeldoko mengatakan kini saatnya mengintegrasikan bisnis disertai peningkatan kelas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pelestarian lingkungan, dan gaya hidup modern.
Keterangan tersebu disampaikan saat pembukaan gerai Warisan Kopi di Jalan Gunung Batu, Bojong Koneng, Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Selasa (5/5/2026).
Moeldoko mengatakan Warisan Kopi mengintegrasikan langsung UMKM kuliner, mulai dari soto, bakso, hingga bubur — ke dalam ekosistem kafe.
"Ini bukan sekadar konsep di atas kertas. Bukti nyatanya ada di sini. Pelaku UMKM yang tadinya menjual 30 sampai 50 porsi sehari, setelah bergabung dengan kami kini bisa melayani lebih dari 500 porsi. Yang tadinya mikro bisa naik kelas menjadi kecil, yang kecil bisa menuju menengah. Itulah kolaborasi yang sesungguhnya, " ungkap Moeldoko.
Komisaris Warisan Kopi itu membeberkan seluruh UMKM yang bergabung terlebih dahulu menjalani proses kurasi ketat yang mencakup standar kebersihan, metode memasak, serta kelayakan produk.
Pihaknya bahkan berkomitmen membekali pelaku UMKM dengan peralatan mesin produksi guna mendukung lonjakan permintaan yang signifikan.
Lingkungan Lestari: Tidak Satu Pohon Pun Ditebang
Dalam pembangunan, Moeldoko mengatakan pihaknya tidak melakukan penebangan pohon pinus yang tumbuh di wilayah tersebut.
Di atas lahan seluas 1,4 hektare yang dipenuhi pohon pinus alami, pembangunan fasilitasnya dengan koefisien dasar bangunan hanya 7,4 persen dari total luas lahan.
"Artinya, lingkungan tetap dijaga. Tidak ada satu pun pohon yang ditebang. Ini menjadi prinsip dasar kami. Sebanyak apapun uang kita, kita tidak bisa membeli atau mengganti pohon pinus yang sudah berdiri puluhan tahun ini," kata mantan Panglima TNI itu.
Baca juga: Sebut KSP Saat Ini Berbeda dengan Era Moeldoko, Qodari: Bisa Keliling Program-program Prioritas
Serap Tenaga Kerja Lokal
Dari total 98 karyawan yang bekerja di Warisan Kopi Sentul, sebanyak 62 orang merupakan warga lokal Bojong Koneng dan sekitarnya.
"Dari 98 orang yang bekerja di sini, 62 di antaranya adalah anak-anak lokal dari lingkungan sekitar Bojong Koneng. Kami juga mempekerjakan warga untuk mengelola parkir dengan tarif yang jelas dan tidak ada pungutan liar., " jelas Moeldoko
Dorong Investasi Ramah Lingkungan
Bupati Bogor, Rudy Susmanto yang hadir pada acara tersebut menegaskan komitmennya dalam mendorong investasi yang ramah lingkungan sekaligus memastikan perizinan yang mudah, cepat, dan bebas biaya bagi para pelaku usaha.
Rudy memastikan bahwa proyek yang dikembangkan telah memenuhi aspek legalitas dan tata ruang yang sesuai aturan.
“Kehadiran kami di sini menunjukkan bahwa legalitas tempat ini aman dan benar. Semua sudah melalui kajian yang matang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti konsep pembangunan kawasan yang dinilai sangat memperhatikan kelestarian lingkungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Moeldoko-mengatakan-kini-saatnya-mengintegrasikan-bisnis-disertai-peningkatan-kelas.jpg)