Rabu, 27 Mei 2026

Aktivis dan Jurnalis RI Ditangkap Israel

Penyekapan WNI oleh Israel, Golkar Desak Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Buntut penyekapan sembilan jurnalis dan relawan WNI oleh Israel, Golkar desak pemerintah kaji ulang keberadaan BoP bentukan Amerika Serikat.

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
Tribunnews.com/Chaerul Umam
SIKAP GOLKAR - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyampaikan pernyataan terkait penahanan sembilan WNI oleh militer Israel serta evaluasi keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu (24/5/2026). Ia menegaskan pentingnya perlindungan jurnalis dan relawan kemanusiaan di wilayah konflik, serta mendorong kajian ulang kebijakan perdamaian internasional. 
Ringkasan Berita:
  • Waketum Golkar Ace Hasan Syadzily kecam keras penahanan sembilan jurnalis dan aktivis kemanusiaan WNI oleh Israel.
  • Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace BoP bentukan Amerika Serikat diminta untuk dievaluasi total.
  • Golkar bantah tuduhan sepihak Israel dan tegaskan keberangkatan relawan murni mengemban amanat kemanusiaan konstitusi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, mengecam penahanan sembilan warga negara Indonesia (WNI) oleh militer Israel yang terdiri atas jurnalis dan relawan kemanusiaan.

Golkar juga meminta pemerintah meninjau ulang keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), forum perdamaian bentukan Amerika Serikat, di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang kian tidak stabil.

Pernyataan disampaikan Ace di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Minggu (24/5/2026).

“Mereka harus dilindungi dalam tugasnya sebagai aktivis kemanusiaan maupun tugas jurnalistik. Karena itu tindakan itu tidak bisa dibenarkan,” ujar Ace.

BoP Dinilai Perlu Ditinjau Ulang

Ace menyebut Indonesia telah berupaya menjaga perdamaian di Gaza, termasuk melalui BoP. Namun, dinamika konflik global membuat efektivitas forum tersebut perlu dievaluasi.

“Keberadaan BoP saya kira perlu dikaji lebih lanjut karena situasi geopolitik yang membuat kondisi semakin tidak menentu,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kepulangan sembilan WNI yang sebelumnya sempat ditahan.

Baca juga: Asad Aras Peluk dan Gendong Putri Tercinta Setiba di Bandara Soetta

Klarifikasi Misi Kemanusiaan WNI

Ace menegaskan para WNI berangkat untuk misi kemanusiaan, yakni menyalurkan bantuan dan menyampaikan informasi kondisi Palestina.

Ia meminta publik tidak menyederhanakan misi tersebut sebagai keberpihakan politik, sebagaimana narasi yang disebut sempat muncul dari pihak Israel.

Sembilan WNI Telah Kembali ke Tanah Air

Sembilan WNI dari misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 telah tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu petang (24/5/2026).

Mereka adalah Andi Angga, Rahendro Herubowo, Andre Prasetyo, Thoudy Badai, Bambang Noroyono, Herman Budianto, Ronggo Wirasanu, Asad Aras Muhammad, dan Hendro Prasetyo.

Golkar juga mengapresiasi langkah diplomasi Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI di Turki yang memfasilitasi pemulangan para WNI hingga kembali ke Indonesia dengan selamat.

Baca juga: Golkar Minta Pemerintah Telusuri Dugaan Kekerasan pada WNI di Israel

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved