Sabtu, 30 Mei 2026

Setelah ITB dan UNY, Kini ITS Buka Suara soal WNI Diduga Palsukan Riset, Nama Institusi Dicatut

ITS menjadi perguruan tinggi ketiga yang buka suara buntut kasus dugaan pemalsuan riset. Pernyataan ini buntut nama institusinya dicatut.

Tayang:
kominfo.jatimprov.go.id
DICATUT - ITS menjadi perguruan tinggi ketiga yang buka suara buntut kasus dugaan pemalsuan riset. Pernyataan ini buntut nama institusinya dicatut. Pencatutan tanpa izin dialami oleh Departemen Teknik Biomedis ITS. 

Aep menuturkan Prihantini merupakan mahasiswa magister FMIPA ITB angkatan 2020 dan lulus pada tahun 2022.

Namun, ia menegaskan apa yang ditulis oleh Prihantini dalam konferensi ISPPD tidak berkaitan dengan tesis maupun ITB.

"Materi yang dipresentasikan yang bersangkutan dalam konferensi pers internasional tersebut tidak berkaitan dengan tesis maupun aktivitas akademik di ITB," ujar Aep dikutip dari laman resminya.

Baca juga: Profil Rifaldy Fajar, WNI Diduga Palsukan Riset Pakai AI di Denmark, Dulunya Mawapres UNY

Dengan hal tersebut, Aep mengungkapkan dugaan pemalsuan riset yang dilakukan Prihantini merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan.

Dia mengatakan pihaknya menghormati proses hukum jika nantinya Prihantini berujung dilaporkan ke pihak berwenang.

“ITB menyatakan sikap bahwa tindakan Saudari Prihatini tersebut merupakan tindakan hukum sebagai seorang individu. Dengan demikian jika terdapat proses hukum atas tindakan tersebut, maka ITB sangat menghormati upaya hukum dimaksud,” tuturnya.

“ITB menegaskan komitmen untuk terus memperkuat budaya akademik, khususnya di ranah penelitian yang berintegritas dan bertanggung jawab,” sambung Aep.

UNY Buka Suara, Rifaldy dan Prihantini Diduga Alumni FMIPA

Sementara UNY telah melakukan penelusuran terkait status akademik Rifaldy dan Prihantini. Dalam penyelidikan yang dilakukan, ada nama mereka dalam basis data akademik di UNY.

Namun, pihak kampus belum bisa memastikan apakah mereka benar-benar berstatus sebagai alumni.

“Kalau di database kami, ada dua nama yang sama dengan dua orang yang sedang viral tersebut. Ini masih kami dalami karena data yang digunakan saat publikasi berganti-ganti dan tidak ada nama departemen atau prodi tersebut di UNY,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (27/5/2026).

Kendati demikian, Nur mengatakan pihaknya telah menghubungi kedua alumni yang namanya dikaitkan dalam kasus dugaan riset palsu terebut.

Dia menyebut ada nama Rifaldy dan Prihantini yang berstatus sebagai alumni FMIPA UNY.

“Saat ini kami meminta teman-teman dosen dari FMIPA untuk reach out dua nama alumni yang ada di database kami. Karena memang sosmed beliau berdua sepertinya tidak bisa dikontak juga,” ujarnya.

Dalam upaya yang dilakukan, Nur menuturkan pihaknya telah berhasil menghubungi salah satu nama yang diduga terlibat yakni Prihantini.

Baca juga: Soal Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark, Ketua Komisi X DPR Minta Pemerintah Segera Investigasi

Dia mengungkapkan Prihantini akan melakukan klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya buntut polemik yang terjadi.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved