Setelah ITB dan UNY, Kini ITS Buka Suara soal WNI Diduga Palsukan Riset, Nama Institusi Dicatut
ITS menjadi perguruan tinggi ketiga yang buka suara buntut kasus dugaan pemalsuan riset. Pernyataan ini buntut nama institusinya dicatut.
Namun, kata Nur, sosok Rifaldy belum berhasil dihubungi.
“Kami berhasil menghubungi Prihantini, responsnya nggih akan ada klarifikasi di sosmed. Sepertinya nomor HP-nya dibanjiri pesan juga,” jelasnya.
Nur menjelaskan nama Rifaldy tercatat sebagai angkatan 2014 FMIPA dan dinyatakan lulus tiga tahun setelahnya.
Sementara, nama Prihantini tercatat merupakan lulusan tahun 2018. Ia masuk sebagai mahasiswa FMIPA UNY pada tahun 2015.
Terkait sanksi jika terbukti melakukan pemalsuan riset, Nur mengungkapkan hal tersebut masih perlu untuk didiskusikan dengan pihak-pihak di internal UNY.
“Intinya, jika benar keduanya alumni, perlu kami diskusikan dengan pimpinan, komite etik dan pihak terkait untuk mengambil langkah selanjutnya,” pungkasnya.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/institut-teknologi-sepuluh-nopember-its-x.jpg)