Kamis, 4 Juni 2026

OTT KPK di Kantor Imigrasi

Ajudan Dorong Wartawan, Kedatangan Wamen Imipas Silmy Karim di KPK Ricuh

Silmy Karim akhirnya datang ke KPK setelah dicari penyidik. Kedatangannya ricuh saat ajudan mendorong wartawan.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews.com/Rahmat Fajar Nugraha
DATANG KE KPK - Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/6/2026) malam, setelah diminta bersikap kooperatif dalam pengembangan kasus dugaan korupsi pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA). Kedatangannya diwarnai dorong-dorongan antara ajudan dan wartawan saat Silmy memilih bungkam sebelum masuk ke dalam gedung. 

"Tim masih terus melakukan pencarian. KPK meminta agar para pihak dapat kooperatif," kata Budi.

Menteri Imipas Minta Silmy Ikuti Proses Hukum

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto turut merespons langkah KPK yang mencari wakilnya.

Agus meminta seluruh jajaran kementerian mendukung proses hukum yang sedang berjalan dan menyarankan Silmy bersikap kooperatif.

"Proses hukum yang berjalan wajib kita support dan saya minta untuk semua akomodatif mendukung proses yang berjalan. Saran saya ke beliau [Silmy Karim], ikuti prosesnya, kan kita enggak tahu pengembangan seperti apa, lebih bagus segera diclearkan," kata Agus kepada Tribunnews.com.

Baca juga: KPK Tangkap 17 Orang dalam OTT di Kantor Imigrasi, Eks Plt Dirjen Saffar Godam Turut Diamankan

Berawal dari OTT Imigrasi

Pencarian terhadap Silmy merupakan bagian dari pengembangan kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Selasa (2/6/2026) malam.

Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah bersama sejumlah pihak lain.

KPK menduga perkara tersebut berkaitan dengan pengurusan dokumen izin tinggal bagi warga negara asing di Indonesia.

Dalam pengembangannya, tim penyidik bergerak di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Bali, dan Jawa Barat.

"Bahwa dari tadi malam, tim melakukan kegiatan di lapangan, yaitu di wilayah Jakarta Barat dan dalam perkembangannya tim juga saat ini sedang bergerak di lapangan di wilayah Bali dan juga Jawa Barat," kata Budi.

KPK juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain kendaraan, uang tunai dalam mata uang asing dolar Amerika Serikat (USD) dan dolar Singapura (SGD), serta logam mulia.

Hingga Rabu malam, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan sekaligus mendalami keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut, termasuk alasan kehadiran Silmy Karim di Gedung Merah Putih KPK.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved