Senin, 8 Juni 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Susu Formula di MBG Bisa Picu Obesitas dan Diabetes, Ini Kata Peneliti TII

Peneliti TII mengingatkan distribusi susu dalam MBG berpotensi menimbulkan masalah gizi baru apabila tidak dilakukan dengan pengawasan

Tayang:
HO/IST/Sekretariat Presiden
TINJAU PROGRAM MBG - Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 111 Jakarta pada Selasa, (2/6/2026). Peneliti Bidang Sosial TII, Made Natasya Restu Dewi Pratiwi, mengingatkan distribusi susu dalam MBG berpotensi menimbulkan masalah gizi baru apabila tidak dilakukan dengan pengawasan dan standar yang ketat. 

Sebelumnya IDAI menyampaikan surat terbuka kepada sejumlah pimpinan BGN terkait pemberian susu formula pada program MBG, ada empat rekomendasi, yakni:

1. Harmonisasi Kebijakan Publik Badan Gizi Nasional dan Kementerian Kesehatan.

2. Mengembalikan Peruntukan Susu Formula Sesuai Rekomendasi Dokter dan Indikasi Medis.

3. Memprioritaskan Kemandirian Pangan Lokal.

4. Melakukan Telaah Ulang dan Sinkronisasi Petunjuk Teknis Intervensi Gizi Nasional BGN agar sesuai dengan: Undang-Undang No. 17 Tahun 2023, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan, Pedoman Standar Gizi Kemenkes RI, Kode Internasional WHO tentang Pemasaran Produk Pengganti ASI.

Dadan Hindayana, selaku Kepala BGN sebelum jabatannya dicopot, menegaskan tidak membuka opsi pemberian susu formula bayi karena ingin mengutamakan ASI.

BGN hanya membuka opsi pemberian susu formula Lanjutan dan Formula Pertumbuhan pada MBG.

Pemberian itu juga sesuai kebutuhan dan atas rekomendasi ahli gizi SPPG atau minimal bidan dan puskesmas setempat.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved