Kamis, 16 April 2026

Menperin Usul Mobil Nasional Jadi Proyek Strategis Nasional

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendukung proyek mobil nasional masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
MOBIL MAUNG PRESIDEN PRABOWO - Mobil Maung Presiden Indonesia Prabowo Subianto produksi PT Pindad saat melintas di kawasan Tosari, Jakarta, Selasa (28/5/2025) sore. Kementerian Perindustrian mendukung proyek mobil nasional masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kementeriannya mendukung proyek mobil nasional masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Agus mengatakan dirinya telah menandatangani usulan tersebut.

"Kami tentu mendukung dan kami sudah mengusulkan program mobil nasional jadi PSN, proyek strategis nasional. Sudah kami tandatangani pengusulannya," katanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin kemarin, (20/10/2025).

Agus meyakini proyek mobil nasional akan cepat terwujud apabila masuk ke dalam PSN. "Kalau sudah dijadikan PSN, saya kira nanti realisasinya akan lebih cepat," katanya.

Soal skema bisnis, pendanaan, serta lokasi pabrik perakitan mobil nasional tersebut pasti akan disiapkan apabila proyek mobil nasional telah menjadi PSN.

Yang terpenting sekarang ini proyek Mobnas bisa didorong masuk ke dalam PSN dulu.

"Ya pokoknya kalau sudah PSN semua disiapkan, sudah siap. Jadi status PSN dulu yang diperjuangkan, kamis udah usulkan," katanya.

Mobil jip Maung gagasan Presiden Prabowo Subianto disebut-sebut akan diproyeksikan menjadi mobil nasional produksi Indonesia.

Jip Maung diproduksi oleh PT Pindad dan saat ini sudah digunakan oleh Presiden Prabowo Subianto dan akan diperluas digunakan sebagai mobil dinas para menteri kabinet. 

Terkait hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk rencana produksi dan pengadaan jip Maung untuk kendaraan para menteri.

Menurut Purbaya, dana untuk keperluan tersebut sudah tersedia sejak tahun ini. Namun, kapasitas produksi dari Pindad ternyata belum menyanggupi, sehingga uangnya tidak jadi terpakai dan dikembalikan.

"Tahun ini harusnya ada, cuman kan rupanya kapasitasnya belum cukup, jadi dibalikkan tahun ini," kata Purbaya ketika ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).

Purbaya mengaku belum mengetahui sejauh mana kesiapan Pindad pada tahun depan. Jika perusahaan tersebut sudah siap, ia menegaskan bahwa dananya telah disiapkan, namun ia tak merinci berapa dana yang disiapkan.

Ia juga menambahkan, tidak ingin terlalu ikut campur dalam urusan kesiapan Pindad karena fokus utamanya adalah memastikan ketersediaan anggaran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved