Breaking News:

Ada Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm, Ketahui Perbedaan 3 Vaksin yang Digunakan di Indonesia

Indonesia saat ini menggunakan tiga jenis vaksin yakni Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm. Lantas, apa perbedaan ketiga jenis vaksin tersebut?

Ilustrasi Parapuan Foto 2021-05-04 21:00:03 

Vaksin AstraZeneca

Dikembangkan oleh perusahaan vaksin asal Inggris bersama dengan ilmuwan University of Oxford, vaksin AstraZeneca berbasis vaksin vektor adenovirus simpanse.

Ini berarti pengembang vaksin mengambil virus yang biasanya menginfeksi simpanse, untuk kemudian dimodifikasi secara genetik demi menghindari kemudian infeksi parah terhadap manusia.

Vaksin yang dimodifikasi ini membawa sebagian dari virus Covid-19 yang disebut protein spike.

Saat disuntikkan ke manusia, vaksin akan memicu respons kekebalan terhadap protein spike, sehingga tubuh menciptakan antibodi dan sel memori yang akan mampu mengenali virus penyebab Covid-19.

Vaskin AstraZeneca sendiri memiliki efikasi 64,1 persen setelah satu dosis suntikan dan 70,4 persen setelah suntikan kedua.

Efek samping pasca penyuntikan vaksin AstraZeneca yakni rasa nyeri, gatal, menggigil, demam, mengantuk, lelah, sakit kepala, dan mual.

Sama seperti Sinovac, AstraZeneca pun diklaim bisa melawan varian baru virus corona B.1.1.7.

Vaksin Sinopharm

Dikembangkan oleh Beijing BioInstitute Biological Product, vaksin Sinopharm adalah jenis vaksin yang dibuat menggunakan teknologi pengembangan yang sama dengan Sinovac.

Halaman
1234
Sumber: Parapuan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved