Sabtu, 11 April 2026

Perluas Akses Pendidikan, PPTSB Jalin Kerja Sama dengan Ganesha Operation

Kerjasama Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boruna (PPTSB) dengan GO untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan bagi siswa-siswi Indonesia.

Editor: Sri Juliati
HO/IST/Ganesha Operation
JALIN KERJASAMA - Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boruna (PPTSB) se-Indonesia dengan Ganesha Operation (Bimbel GO) menjalin kerjasama untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan bagi siswa-siswi Indonesia, sekaligus memperkuat pendampingan akademik yang terstruktur dan berkelanjutan. 

TRIBUNNEWS.COM - Upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi siswa di berbagai daerah terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga. 

Hal tersebut diwujudkan dalam penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) antara Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boruna (PPTSB) se-Indonesia dengan Ganesha Operation (Bimbel GO).

Kerja sama ini bertujuan untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan bagi siswa-siswi Indonesia, sekaligus memperkuat pendampingan akademik yang terstruktur dan berkelanjutan. 

Melalui kolaborasi tersebut, PPTSB dan Ganesha Operation berkomitmen menghadirkan dukungan pendidikan yang lebih terarah, tidak hanya bagi siswa di pusat kota, tetapi juga di berbagai pelosok negeri.

MoU Ditandatangani dalam Rangkaian Rakernas PPTSB

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoU) antara Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boruna (PPTSB) se-Indonesia dengan Ganesha Operation dilaksanakan pada Sabtu, 1 Februari 2026. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian rapat kerja nasional (Rakernas) PPTSB sehingga tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi forum strategis untuk membahas arah kolaborasi pendidikan ke depan.

Dalam acara tersebut, penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum PPTSB, Ir. Edison Sinaga, serta Direktur Utama Ganesha Operation, Prof. Dr. Ir. Bob Foster Sinaga, M.M. 

Momen ini menandai kesepakatan kedua belah pihak untuk saling bersinergi dalam meningkatkan prestasi akademik siswa-siswi warga PPTSB melalui kegiatan bimbingan belajar yang terstruktur.

lihat fotoFOTO BERSAMA - Ketua Umum PPTSB dan Direktur Utama Ganesha Operation berfoto bersama sesaat setelah penandatanganan MoU dilakukan.
FOTO BERSAMA - Ketua Umum PPTSB dan Direktur Utama Ganesha Operation berfoto bersama sesaat setelah penandatanganan MoU dilakukan.

Beasiswa PPTSB–GO Perluas Akses Bimbingan Belajar

Melalui perjanjian kerja sama ini, kedua pihak sepakat membuka akses program bimbingan belajar Ganesha Operation bagi putra-putri Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boruna (PPTSB) di seluruh wilayah Tanah Air.

Salah satu bentuk konkret kerja sama ini adalah pemberian Beasiswa PPTSB–GO, yakni potongan biaya bimbingan belajar yang diberikan kepada siswa warga PPTSB mulai dari jenjang kelas 3 SD hingga 12 SMA, termasuk lulusan SMA atau siswa gap year yang masih mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). 

Program ini dirancang agar dapat menjangkau kebutuhan belajar siswa pada berbagai fase pendidikan, baik di tingkat dasar, menengah, maupun persiapan pendidikan lanjutan.

Baca juga: Gelar Meeting on Maximizing Motivation di Bandung, GO Ajak Siswa Bangun Komitmen Belajar

Beasiswa PPTSB–GO tersebut berlaku di seluruh cabang Ganesha Operation se-Indonesia dan dapat dimanfaatkan pada berbagai pilihan program bimbingan belajar reguler. 

Secara umum, kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi dan daya saing akademik putra-putri PPTSB dalam menghadapi jenjang pendidikan lanjutan. 

Tidak hanya memberikan keringanan biaya, kolaborasi ini juga diharapkan mampu menghadirkan proses pendampingan belajar yang lebih terarah sehingga siswa dapat mempersiapkan diri secara lebih matang dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompetitif.

PPTSB Perkuat Peran Pembinaan Pendidikan Generasi Muda

Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boru (PPTSB) merupakan perkumpulan keturunan marga Sinaga yang menjalankan roda organisasi secara modern dan memiliki badan hukum resmi. 

PPTSB telah terdaftar secara sah sebagai badan hukum perkumpulan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sehingga memiliki legitimasi dalam menjalankan berbagai program sosial, termasuk di bidang pendidikan.

Secara historis, keberadaan PPTSB berakar dari semangat kebersamaan marga-marga yang tergabung dalam perkumpulan Si Raja Lontung yang berkembang di Medan sejak tahun 1938. 

Perkumpulan tersebut melibatkan sejumlah marga, di antaranya Sinaga, Situmorang, Pandiangan, Nainggolan, Simatupang, Aritonang, dan Siregar, beserta boru Sihombing–Simamora. 

Seiring waktu, pada tahun 1940 muncul inisiatif dari marga Sinaga untuk membentuk kesatuan organisasi tersendiri yang kemudian berkembang menjadi PPTSB seperti saat ini.

Pendampingan Pendidikan Perlu Pendekatan Terarah dan Berkelanjutan

Dalam rangkaian acara penandatanganan kerja sama tersebut, Direktur Utama Ganesha Operation, Prof. Dr. Ir. Bob Foster Sinaga, M.M., menyoroti posisi daya saing Indonesia yang berada di peringkat ke-27 dari 67 negara yang disurvei di dunia. 

Menurutnya, capaian tersebut perlu terus diperkuat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui pendidikan. 

Tantangan seperti kualitas pendidikan yang masih berada di bawah rata-rata global dalam bidang matematika, sains, dan literasi, kesenjangan digital antarwilayah, serta keterbatasan infrastruktur pendukung dinilai memerlukan strategi pendampingan yang lebih terarah.

"To live is to compete," ujar Prof. Bob dalam paparannya. 

Ia menegaskan bahwa persaingan, termasuk dalam dunia pendidikan, tidak dapat dihindari dan harus dihadapi dengan persiapan yang matang. 

Hal ini tercermin dari ketatnya seleksi masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia, di mana dari lebih dari 5,4 juta siswa kelas 12 SMA/SMK/MA, sekitar 91 persen tidak lolos seleksi SNBP dan SNBT pada tahun 2025.

Dalam paparannya, Prof. Bob juga menjelaskan bahwa strategi pendampingan pendidikan perlu dirancang secara menyeluruh, mulai dari proses pembelajaran hingga kesiapan siswa menghadapi berbagai bentuk evaluasi akademik. 

Ia menyebutkan, pendekatan pembelajaran yang diterapkan Ganesha Operation menghadirkan pembelajaran tatap muka yang berbasis teknologi online sehingga siswa tetap mendapatkan pendampingan langsung sekaligus fleksibilitas belajar melalui aplikasi GO Expert.

Pendampingan tersebut tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada proses pelatihan dan penguatan kemampuan siswa secara bertahap. 

Melalui metode pembelajaran Ganesha Operation, yaitu Formula 3B: Belajar, Berlatih, dan Bertanding, siswa diarahkan untuk memahami konsep, mengasah kemampuan melalui latihan, serta membiasakan diri menghadapi soal dan tantangan akademik secara lebih terstruktur. 

Pendekatan ini dinilai penting mengingat latar belakang dan tingkat kemampuan akademik siswa yang beragam.

Selain itu, pemanfaatan teknologi pembelajaran memungkinkan siswa untuk mengakses materi belajar secara lebih fleksibel, baik dari sisi waktu maupun tempat. 

Dengan dukungan sistem pembelajaran tersebut, proses pendampingan diharapkan dapat membantu siswa meningkatkan capaian akademiknya secara bertahap, mulai dari peningkatan nilai, perbaikan peringkat, hingga kesiapan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kolaborasi Pendidikan Menuju Implementasi Nyata

Melalui penandatanganan perjanjian kerja sama ini, PPTSB dan Ganesha Operation sepakat untuk segera menindaklanjuti kesepakatan yang telah dibangun dalam bentuk implementasi program pendidikan yang terencana. 

Kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diarahkan agar dapat dijalankan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan siswa binaan PPTSB di berbagai daerah.

Baik PPTSB maupun Ganesha Operation berharap kolaborasi ini dapat menjadi sarana pendampingan pendidikan yang efektif, khususnya dalam membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. 

Dengan dukungan program bimbingan belajar yang terstruktur, siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi akademiknya secara lebih optimal serta meningkatkan daya saing di tengah persaingan pendidikan yang semakin ketat. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved