Kamis, 7 Mei 2026

E-Kendali dan Perbup 49/2024: Ikhtiar Kabupaten Kendal Wujudkan SDGs Pendidikan Berkualitas

E-Kendali dan regulasi daerah memperkuat kolaborasi pendidikan berkualitas, mendorong capaian literasi numerasi selaras SDGs Poin ke-4.

Tayang:
Tribunnews.com/Doc: Diannita Ayu Kurniasih
PEMBELAJARAN NUMERASI - Kegiatan peningkatan numerasi di SDN 1 Kebumen, Kendal, Jawa Tengah. Diketahui peningkatan literasi dan numerasi di satuan Pendidikan Kendal melibatkan aksi kolaboratif yakni antara Pemkab Kendal, Pendidik serta Tanoto Foundation. E-Kendali dan regulasi daerah memperkuat kolaborasi pendidikan berkualitas, mendorong capaian literasi numerasi selaras SDGs Poin ke-4. 

“Kami menerapkan dua pendekatan, yakni praktik dan penguatan sistem,” ujar Regional Lead Tanoto Foundation, Anang Ainur Roziqin, kepada Tribunnews.com dalam acara Overview Tribunnews.com, Jumat (21/11/2025).

Melalui pendekatan praktik, Tanoto Foundation memperkuat kapasitas guru, kepala sekolah, dan aktor pendidikan lainnya. 

Mereka dilatih, didampingi, serta difasilitasi untuk menghasilkan praktik baik yang kelak menjadi acuan percepatan peningkatan mutu pembelajaran. 

Praktik baik itu kemudian ditularkan kepada sekolah-sekolah lain yang belum mendapatkan pendampingan, sehingga manfaatnya meluas.

Pendekatan kedua adalah system strengthening atau penguatan sistem.

Di sini, kolaborasi dilakukan bersama Dinas Pendidikan untuk memastikan pondasi kebijakan yang kuat. 

Salah satu hasilnya adalah lahirnya Peraturan Bupati Kendal Nomor 49 Tahun 2024 tentang Penguatan Literasi dan Numerasi di jenjang SD dan SMP. 

Kebijakan ini menjadi payung bagi seluruh upaya perubahan, memastikan praktik baik berjalan berkelanjutan dan didukung penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Implementasi penguatan literasi dan numerasi melibatkan pengawas, guru, hingga kepala sekolah. Semua bergerak dengan semangat yang sama, karena ada kebijakan yang memayungi,” jelas Anang. 

Melalui perpaduan praktik lapangan dan penguatan sistem, Kendal menegaskan bahwa perubahan pendidikan hanya dapat tumbuh bila hati, komitmen, dan kolaborasi berjalan seiring.

Sementara itu tahun ini, kerja besar kembali dimulai. 

Kendal terpilih mengikuti program peningkatan numerasi Tanoto Foundation di 120 sekolah dasar, di mana 50 persen lokasi kegiatan berada di Kabupaten Kendal.

Program penelitian, pelatihan, dan pendampingan ini berlangsung hingga 2027, dimulai dari persiapan pembentukan fasilitator dan pelatihan guru pada tahun depan.

Selaras Target SDGs Poin ke-4

Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kendal, khususnya dalam mendorong capaian literasi dan numerasi sebagai bagian implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Anang menilai Perbup Kendal Nomor 49 Tahun 2024 tentang Gerakan Peningkatan Literasi dan Numerasi sebagai fondasi strategis untuk memastikan program Revolusi Literasi dan Numerasi berjalan secara sistemik, berkelanjutan, dan berbasis kebijakan, bukan sekadar gerakan sesaat. 

Melalui regulasi ini, literasi dan numerasi ditempatkan sebagai prioritas pembangunan pendidikan daerah.

TANOTO FOUNDATION - Program Overview Tribunnews Jumat (21/11/2025), bertema Langkah Kolaboratif Akselerasi Literasi-Numerasi di Pendidikan Dasar.
LANGKAH KOLABORATIF - Program Overview Tribunnews Jumat (21/11/2025), bertema Langkah Kolaboratif Akselerasi Literasi-Numerasi di Pendidikan Dasar. (Tribunnews.com/(YouTube Tribunnews / Program Overview Tribunnews))

“Peran kami difokuskan pada penguatan tata kelola kebijakan berbasis bukti, mulai dari membantu Dinas Pendidikan memetakan masalah literasi–numerasi, merumuskan intervensi yang relevan, hingga menyepakati indikator keberhasilan yang terukur,” ujar Anang kepada Tribunnews, Jumat (9/1/2026).

Dalam kolaborasi tersebut, Tanoto Foundation berfokus pada penguatan tata kelola kebijakan berbasis bukti. 

Pendampingan dilakukan sejak tahap pemetaan persoalan literasi dan numerasi bersama Disdikud Kendal, perumusan intervensi yang relevan dengan konteks sekolah, hingga penyepakatan indikator keberhasilan yang terukur. 

Upaya ini dilakukan agar kebijakan yang diambil benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di ruang kelas.

Tanoto Foundation juga aktif mendorong terbangunnya forum kolaborasi lintas pemangku kepentingan, melibatkan pengawas sekolah, perwakilan KKKS/MKKS, Kementerian Agama (Kemenag), serta pihak terkait lainnya. 

“Kami mendorong agar Perbup ini diterjemahkan ke dalam ‘aturan main operasional’ yang jelas: apa yang harus dilakukan sekolah, bukti apa yang harus ditunjukkan, siapa yang memverifikasi, dan bagaimana tindak lanjutnya,” imbuhnya lagi.

Pihanya melanjutkan bahwa fokus intervensi diarahkan pada sekolah dengan capaian numerasi rendah, penguatan perencanaan kepala sekolah, serta peningkatan praktik pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan konsisten dan terpantau, Pemerintah Kabupaten Kendal memanfaatkan platform digital E-Kendali sebagai sistem pemantauan berbasis data. 

Melalui E-Kendali, sekolah melakukan penilaian mandiri terhadap 14 indikator literasi–numerasi dan delapan Standar Nasional Pendidikan, disertai bukti praktik nyata seperti program membaca 15 menit, penguatan pojok baca dan perpustakaan, pembelajaran numerasi kontekstual, hingga penyelenggaraan festival literasi–numerasi.

Seluruh data dilaporkan secara real-time dan dianalisis melalui dasbor untuk mengidentifikasi sekolah yang membutuhkan pendampingan lebih intensif. 

Tanoto Foundation turut mendorong agar hasil pemantauan E-Kendali diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), sehingga penguatan literasi dan numerasi didukung oleh perencanaan dan penganggaran yang jelas.

“Sehingga sinergi antara Perbup, E-Kendali, dan pendampingan Tanoto Foundation ini memastikan upaya peningkatan literasi dan numerasi di Kendal selaras dengan target SDGs Poin 4, yaitu memastikan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh anak di Kabupaten Kendal,” tutupnya.

Beragam program untuk mendukung pemerintah mencapai SDGs poin ke-4 yakni pendidikan berkualitas terus dirancang dan dikembangkan Tanoto Foundation.

Salah satu wujud nyata fokus percepatan untuk mencapai pendidikan berkualitas yang dilakukan Tanoto Foundation adalah dengan mendirikan SDGs Academy Indonesia di kantor Tanoto Foundation, Jakarta Pusat.

"SDGs Academy Indonesia wujud kolaborasi Tanoto Foundation Indonesia, United Nations Development Programme (UNDP), serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas," ungkap Anang. 

SDGs Academy Indonesia saat ini dikelola sepenuhnya oleh Sekretariat Nasional SDGs di bawah Bappenas.

Menjadi kebanggaan bagi Tanoto Foundation program yang dicanangkan kini dapat diadopsi pemerintah dan berkembang menjadi kekayaan strategis nasional.

(*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved