Penyebab Kura-kura Leher Ular Asli Pulau Rote Dinyatakan Punah di Habitat Asalnya

Batubara mengatakan, satwa ini terdaftar dalam Apendiks II sejak 2005 dan penetapan perdagangan nol kuota untuk specimen dari alam sejak tahun 2013

Penyebab Kura-kura Leher Ular Asli Pulau Rote Dinyatakan Punah di Habitat Asalnya
Warta Kota/Banu Adikara
Sebanyak 3.737 ekor kura-kura moncong babi dan 883 kura-kura leher ular yang gagal diselundupkan ke Tiongkok, Sabtu (20/2/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Satwa endemik Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni kura-kura leher ular dinyatakan punah di habitat asalnya.

Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Timbul Batubara, kepada Kompas.com, Sabtu (29/6/2019).

Baca: Bea Cukai Dumai Gagalkan Penyelundupan 7 Satwa Dilindungi

Menurut Batubara, satwa ini merupakan satu-satunya kura-kura leher ular genus Chelodina yang berada di luar dataran Papua-Australia dan masuk dalam daftar CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

CITES merupakan konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar spesies terancam serta perjanjian internasional antarnegara yang disusun berdasarkan resolusi sidang anggota World Conservation Union (IUCN) tahun 1963.

Batubara mengatakan, satwa ini terdaftar dalam Apendiks II sejak 2005 dan penetapan perdagangan nol kuota untuk specimen dari alam sejak tahun 2013.

Kura-kura Leher Ular Rote (Chelodina mccordi) adalah satu dari 25 spesies kura-kura paling terancam punah di dunia (Turtle Coalition,2018).

Pada habitat alaminya di Danau Peto, tidak ditemukan lagi keberadaan satwa ini karena eksploitasi berlebihan dan adanya alih fungsi lahan menjadi kawasan pertanian.

“Kabupaten Rote Ndao memiliki jenis reptilia unik yang tidak terdapat di tempat lain di dunia. Reptilia ini adalah Kura-kura Leher Ular Rote atau Chelodina mccordi. Reptilia ini termasuk ordo testudines dari famili chelidae dan genus chelodina," kata Batubara.

Kura-kura Leher Ular ini dinyatakan sebagai spesies baru pada 1994 oleh peneliti kura-kura Andres Rhodin setelah sebelumnya dikategorikan sebagai kura-kura leher panjang papua C Novaeguineae.

Akan tetapi, akibat perdagangan yang masif, Kura-kura Leher Ular tidak ada lagi ada di wilayah Rote Ndao.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved