Breaking News:

Pelindo III Monitor Penggunaan BBM Kapal Tunda Dengan Alat Sensor dan Aplikasi IOT

IoT tersebut menggunakan alat sensor dan aplikasi yang bisa memonitor dan melaporkan kondisi real time BBM pada kapal tunda atau tugboat

Istimewa
Dirut Pelindo III Doso Agung (kedua dari kiri) saat peluncuran layanan berbasis internet POCC Pelindo III pada 19 Desember 2019 lalu, yang didalamnya termasuk IT sensor dan monitoring pada kapal tugboat 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Pemanfaatan Internet of Things (IoT) pada sistim layanan di Pelindo III bisa memberi nilai lebih pada transparansi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada kapal tunda atau tugboat.

IoT tersebut menggunakan alat sensor dan aplikasi yang bisa memonitor dan melaporkan kondisi real time BBM pada kapal tunda atau tugboat yang dikelola PT Pelindo Marine Service (PMS), anak perusahaan Pelindo III.

"Dengan sensor dan aplikasi ini, kondisi BBM kapal, mulai dari diisi berapa, digunakan berapa, sisa berapa dan lain sebagainya bisa terdeteksi. Masuk kepada aplikasi secara real time," jelas Agus Dharmawan, Senior manager Teknologi dan Komunikasi PT Pelindo III (Persero) dalam rilis yang dikirimkan ke SURYA.co.id, Kamis (23/1/2020).

Baca: Delameta Bilano Pamerkan Teknologi Berbasis Internet of Things, Siap Ekspor ke Pasar ASEAN

Baca: IoT Makers Creation 2019 Hasilkan Tiga Pemenang

Baca: Toshiba Tingkatkan Kemampuan Pembangkit Listrik Virtual dengan Teknologi AI dan IoT

Lebih lanjut, Agus menyebutkan pembuatan aplikasi ini juga berkaitan dengan efisiensi kerja berbasis digital.

Selain sensor juga ada kamera CCTV yang melakukan perekaman di kapal maupun sekitarnya.

Layanan IT yang sudah disiapkan sejak tahun 2013 ini telah memberi manfaat dengan berhasilnya mendeteksi robohnya container crane di Semarang melalui monitoring system.

"Termasuk tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Wihan Sejahtera di perairan Tanjung Perak tahun 2015," tambah Agus.

Bahkan aplikasi yang dimiliki Pelindo III digunakan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab tenggelamnya Wihan Sejahtera.

Vice President Corporate Communication Pelindo III, Wilis Aji menambahkan, sistem ini memudahkan perusahaan mengontrol pergerakan kapal secara digital.

“Sekarang era paperless (tanpa kertas) dan berdasarkan data. Termasuk penerapan aplikasi ini juga untuk mengukur Key Performance Indicator (KPI) awak kapal,” jelas Wilis.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved