Breaking News:

Mertua Sekkab Lamongan Dihabisi Pembunuh Bayaran, Ini Pengakuan Sang Otak yang juga Anak Tiri Korban

Keduanya ditangkap polisi di rumahnya masing-masing pada Senin (10/2/2020) tanpa perlawanan setelah sembunyi selama 37 hari lamanya.

Hanif Manshuri/Surya
Sunarto dan Imam, tersangka pembunuhan berencana dan Pornomo tersangka penadah HP milik korban, Selasa (11/2/202) 

"Siapa itu, mau ada apa," tegus korban seperti ditirukan tersangka Imam.

Imam sudah dikenal korban, karena selama dua pekan sebelum kejadian, tersangka bekerja di rumah korban yang sedang membangun tambahan kamar mandi.

Imam juga tidak ragu untuk menjawab teguran korban.

"Ini mau menyerahkan uang," jawab Imam.

Sejurus kemudian Imam mendekati korban dan langsung menusukkan pisau dua kali ke leher sebelah kiri.

Karena belum yakin korban sudah meninggal, tersangka menambah lagi satu kali tusukan ke leher bagian kanan.

Setelah dipastikan korban telah meninggal, tersangka kemudian menyempatkan diri untuk mencuci tangan dan berlanjut mencari barang - barang milik korban di dalam kamar.

"Ada dua HP milik korban yang dicuri tersangka.

Satu di antaranya kemudian dijual di Surabaya ke seorang penadah bernama Pornomo seharga Rp 200 ribu.

Uang hasil penjualan HP curian itu dipakai tersangka untuk pergi ke Jombang dan kembali ke Lamongan, pulang ke rumah kontrakan dipakai hidup bersama istrinya, di utara rumah korban.

"Saya menerima uang baru Rp 200 ribu," aku Imam.

Ia telah berhasil mengeksekusi korban, namun Sunarto tidak juga menepati janjinya memberi imbalan Rp 200 juta.

Tersangka Imam berusaha mencari Sunarto namun tidak pernah berhasil.

Di toko material, tempat biasanya Sunarto beraktivitas juga tidak pernah ada.

Hanya ada keluarga besar orang tua Sunarto yang menjaga toko material, termasuk Supangkat.

Kerja keras polisi mencari para tersangka, hampir sepadan dengan usaha Imam mencari keberadaan Sunarto.

Hingga akhirnya, Imam berhasil dibekuk Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan, Senin (10/2/2020) dan berlanjut ke aktor intelektual, Sunarto.

Sebelumnya, pada 7 Januari polisi mengamankan Pornomo warga jalan Babatan Kelurahan Gundih Kecamatan Babatan Kodya Surabaya.

"Tersangka PM (Pornomo) ini tidak terlibat dalam sekenario pembunuhan, tapi hanya sebagai tersangka penadah HP milik korban," kata Kapolres Lamongan, AKBP Harun kepada Surya.co id, Selasa (11/2/2020).

Ditanya motif aktor intelektual merencanakan pembunuhan terhadap korban, Harun memastikan itu hanya didasari persepsi saja.

"Jadi itu persepsi tersangka," kata Harun.

Tersangka Imam dan Sunarto dijerat pasal 340 KUHP dan atau 338 dan 365 ayat (4) tentang pembunuhan berencana dengan hukuman maksimal mati atau seumur hidup.

Sekedar diketahui, Supangkat orang tua Sunarto adalah pemilik toko bangunan terbesar di Karangganeng.

Ia sebelumnya pernah menikahi Rowaini dan berjalan sampai 11 tahun. (Hanif Manshuri)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul KRONOLOGI Lengkap Pembunuhan Mertua Sekkab Lamongan Versi Pelaku, Awalnya Hendak Pakai Racun

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved