Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Sebuah Gubuk saat Gowes, Sempat Hilang Kontak dengan Rekan
Seorang pria meninggal dunia di sebuah gubuk. Awalnya korban mendahului rekan-rekannya hingga akhirnya hilang kontak.
Penulis:
Wahyu Gilang Putranto
Editor:
Miftah
Michael menyebut, banyak orang kerap memaksakan diri saat berolahraga karena ingin mencapai target tertentu.
Misalnya target jarak maupun kecepatan.
Dalam keadaan seperti itu, tanda-tanda yang diberikan tubuh untuk beristirahat kadang disepelekan.
"Misalnya jarak, karena belum sampai, 'Ah, sedikit lagi', 'Masih kuat'. Pada saat ada isyarat dari tubuh yang tidak biasa, itu adalah tanda-tanda kita harus berhenti," ungkap Michael.
Beberapa tanda yang mungkin muncul ketika seseorang berolahraga terlalu berat dan memerlukan istirahat, antara lain:
- Berkunang-kunang
- Keringat dingin
- Sakit kepala
- Sesak napas
- Berdebar-debar lebih daripada yang biasa
- Lemah
- Kelelahan berlebih
- Nyeri pada dada, kepala, punggung, dan area tubuh lain secara berlebihan, dan lain sebagainya.
Baca: Keasyikan Gowes Sendirian, Bocah SD Ini Tersesat hingga Solo, Ternyata Tempuh Jarak 33 Km dari Rumah
Michael menyebut jika sudah merasakan tanda-tanda tersebut, segeralah berhenti di tempat yang aman untuk beristirahat.
Pastikan pula tidak berhenti di tengah kerumunan orang, sehingga masker dapat dilepas.
Saat beristirahat, usahakan untuk minum.
"Kalau olahraga tubuh menjadi hangat, maka berikan air dingin supaya lebih mudah diserap. Tapi, bukan air dengan batu es," ucap Michael.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banyak Kasus Pesepeda Meninggal, Kenali Tanda-tanda Olahraga Berlebih".
(Tribunnews.com/Gilang Putranto) (Kompas.com/Nabilla Tashandra)