Breaking News:

Aktivis di Kaltim Dijemput Petugas Tanpa APD Lengkap dan Bukti Tes Swab, Diminta Isolasi di RS

Ketiga aktivis ini menduga ada kepentingan lain menggunakan isu Covid-19 untuk membungkam perjuangan demokrasi dan HAM

Kompas.com/Istimewa
Suasana penjemputan paksa tiga aktivis di Kaltim di Kantor Walhi Kaltim Jalan Harva, Samarinda, Kaltim, Jumat (31/7/2020) 

“Begitu sampai di RSUD IA Moeis mereka tetap tidak menunjukkan hasil tes itu. Bahkan, satu persatu dari mereka justru menghilang usai kami di-drop. Kami justru ditelantarkan di depan RSUD,” terang Tiko.

Hingga malam hari ketiga aktivis ini kemudian dijemput oleh rekan mereka dan kini sedang berada di salah satu safe house (rumah aman) di Samarinda.

Fathul menambahkan, sejak awal dilakukan tes swab dan penjemputan ada banyak keanehan.

Para petugas juga tak menggunakan alat pelindung diri lengkap, terkesan tidak sesuai standar.

Karena sebagian dari mereka hanya menggunakan masker dan pelindung muka (face shield).

Bahkan, permintaan menunjukkan identitas pun tak dilakukan.

“Beberapa dari mereka saya pegang juga enggak ada masalah, kan katanya saya positif Covid-19,” tutur Fathul.

“Jadi memang banyak keanehan. Mereka semprot Kantor Walhi tapi sambil marah-marah. Kami dibentak-bentak. Dia bilang jangan sembunyikan orang. Kami binggung siapa yang kami sembunyikan,” sambung dia.

Bernand menambahkan, sejak awal tak pernah diberitahu positif baik lisan maupun tertulis.

Bahkan informasi soal positif Covid-19 didengar dari rekannya.

Halaman
1234
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved