Breaking News:

Menteri PUPR Minta Penanganan Amblasnya Bendungan Cipancuh Libatkan Ahli Geoteknik

Basuki Hadimuljono meminta penanganan Bendungan Cipancuh di Gantar, Indramayu, melibatkan ahli geoteknik

Tribunnews.com/ Reynas Abdila
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta penanganan Bendungan Cipancuh di Gantar, Indramayu, melibatkan ahli geoteknik bendungan untuk desain penanganan darurat.

“Waduk Cipancuh di Indramayu terjadi longsor di tanggul luar dan limpas salurannya, ini waduk yang dibuat sejak zaman Belanda sekitar tahun 1927 yang juga sudah direhabilitasi 10 tahun yang lalu," kata Basuki dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (12/2/2021).

Baca juga: Tiga Instruksi Menteri PUPR soal Amblasnya Tol Cipali KM 122 Arah Jakarta

"Saya minta agar segera ditangani, ini kondisi mendesak karena menyangkut ratusan ribu nyawa di hilir bendungan,” sambung Basuki.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, penanganan akan melibatkan PT Wijaya Karya untuk membantu pelaksanaan perbaikan Bendungan Cipancuh.

Baca juga: Ketua DPD RI: Pembangunan Bendungan di Kupang Perkuat Kedaulatan Pangan di NTT

“Hal ini karena Wika sebagai BUMN yang sedang mengerjakan proyek terdekat (Bendungan Sadawarna dan Bendungan Cipanas) sebagai pelaksana,” ujar Jarot.

Sementara, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Ditjen SDA Kementerian PUPR Anang Muchlis mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah darurat untuk penurunan muka air waduk dengan membuka pintu intake irigasi.

Kemudian, menyediakan tiga pompa banjir dari BBWS Citarum dan satu pompa dari BBWS Cimanuk.

“Kami juga sudah memobilisasi dua excavator, delapan dump truck, mobilisasi bronjong dan batu, sambil memfinalkan desain penanganan dan metoda kerja dengan konsultan dan kontraktor,” ujarnya.

Debit air Waduk Cipancuh pasca hujan dengan intensitas cukup tinggi pada 7-8 Februari 2021.

Hal ini mengakibatkan terjadinya pergerakan pasangan bronjong pada kaki tanggul bagian luar, serta amblasnya lereng tanggul sedalam 1,5 meter dengan panjang 50 meter.

Kejadian ini membuat sebagian warga di sekitar area waduk mengungsi.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved