Breaking News:

Virus Corona

Pemalsuan Rapid Test Palsu Terjadi Lagi di Pelabuhan Gilimanuk, 1 Surat Rp 50 Ribu

2 tahun berturut-turut Polres Jembrana ungkap komplotan pemalsuan surat rapid test palsu di Pelabuhan Gilimanuk, pelaku mengaku sudah 5 bulan beraksi.

Tribun Bali/ I Made Ardhiangga
Tiga tersangka ditunjukkan ke awak media dalam gelar siaran pers di Mapolres Jembrana, Senin 10 Mei 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Polres Jembrana mencatat sudah dua kali berhasil membongkar praktik pembuatan surat Rapid test palsu.

Pertama pada 2020 lalu saat awal-awal virus Covid-19 menyebar di Indonesia, kedua pada awal Mei 2021.

Terbongkarnya pembuatan surat rapid palsu ini, berawal dari polisi mencurigai surat yang ditunjukkan seorang sopir travel bodong.

Dari terbongkarnya praktik ini, tiga tersangka ditangkap.

Mereka adalah Adi Sujarwo, 39 tahun, asal Lumajang Jawa Timur, Khoirul Anam, 28 tahun asal Jember Jawa Timur dan Robi Hafid Hindawan asal Banyuwangi Jawa Timur.

Tiga tersangka ditunjukkan ke awak media dalam gelar siaran pers di Mapolres Jembrana, Senin 10 Mei 2021.
Tiga tersangka ditunjukkan ke awak media dalam gelar siaran pers di Mapolres Jembrana, Senin 10 Mei 2021. (Tribun Bali/ I Made Ardhiangga)

Kronologi Terbongkarnya Pemalsuan Surat Rapid Test

Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, awalnya pada Minggu 9 Mei 2021, pihaknya dengan instansi lain, melaksanakan penjagaan untuk larangan mudik.

Saat berada di Pos Cekik sekitar pukul 01.00 Wita, tibalah sebuah mobil pribadi yang dikendarai tersangka Adi.

Sebelum menyuruh putar balik, polisi meminta surat hasil Rapid test negatif dan diberikan tujuh buah lembar.

Ke tujuh surat itu, cukup membuat polisi curiga meskipun ada stempel dari rumah sakit swasta.

Halaman
1234
Penulis: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved