Kebijakan Baru ASN Jabar: Bisa WFH Jika Ibu Sakit, Dedi Mulyadi Tekankan Nilai Kemanusiaan
ASN Jabar kini bisa WFH untuk merawat ibu yang sakit. Kebijakan humanis Gubernur Dedi Mulyadi dukung nilai keluarga dan pelayanan publik digital.
Editor:
Glery Lazuardi
Menghemat biaya transportasi harian.
Memberi fleksibilitas jam kerja.
Memperkuat waktu kebersamaan dengan keluarga.
Menjaga kesehatan di tengah ancaman penyakit menular.
Tantangan WFH yang Perlu Diwaspadai:
Potensi distraksi dari lingkungan rumah.
Turunnya produktivitas jika tidak dikelola dengan baik.
Beban biaya pribadi untuk internet dan listrik.
Rasa jenuh atau isolasi sosial jika bekerja terlalu lama dari rumah.

Tips WFH Agar Tetap Produktif untuk ASN
Agar kebijakan ini bisa dijalankan secara maksimal, berikut beberapa tips agar ASN tetap profesional selama bekerja dari rumah:
Selalu absen tepat waktu dan bersikap responsif.
Siapkan ruang kerja yang nyaman dan bebas gangguan.
Susun to-do list harian berdasarkan prioritas pekerjaan.
Kelola waktu dengan bijak, jangan lupa istirahat.
Langkah Dedi Mulyadi ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri PANRB No. 2 Tahun 2025, yang memperbolehkan skema kerja WFH, WFO (Work From Office), dan WFA (Work From Anywhere) bagi ASN.
Sistem kerja fleksibel ini tak hanya menjawab tantangan zaman, tapi juga memberi ruang kemanusiaan dalam birokrasi.
Kebijakan ini bukan sekadar aturan kerja, melainkan simbol cinta dan pengabdian seorang anak kepada ibu.
Melalui WFH, ASN Jabar tetap bisa melayani masyarakat tanpa mengorbankan waktu berharga bersama orang tercinta.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.