Senin, 18 Mei 2026

Dedi Mulyadi Diancam Dibunuh, Polda Jabar Siap Bantu Lakukan Penyelidikan dan Penyidikan

Polda Jabar siap membantu Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi yang diancam dibunuh pada Senin (21/4/2025) malam.

Tayang:
Penulis: Rakli Almughni
Editor: Suci BangunDS
TribunJabar.id/Dian Herdiansyah
KDM DIANCAM DIBUNUH - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi saat diwawancarai di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Kamis (10/4/2025). Dedi Mulyadi diancam dibunuh pada Senin (21/4/2025) malam. 

TRIBUNNEWS.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, diancam dibunuh pada Senin (21/4/2025) malam.

Merespons hal tersebut, Polda Jabar siap membantu orang nomor satu di Jabar itu.

Dedi Mulyadi diancam dibunuh oleh akun bernama 'Wowo dan Dedi Mulyadi orang sesat' yang diketahui lewat siaran langsung kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Akun tersebut, menyampaikan ancamannya melalui kolom komentar live chat.

Selama 30 menit, akun tersebut, secara terus menerus mengujarkan kebencian.

"Kalau rencana saya gagal, maka saya akan pergi ke Jabar memakai bom lain yang saya punya, itu bom bunuh diri. Saya akan berlari mencari Dedi, dan jika sudah ketemu, saya akan mendekatinya dan *duarr!!!," tulis akun tersebut.

"Tunggu saja nanti 2 bulan lagi saya bener-bener nggak main-main. Saya akan melakukan aksi teror kepada anda dan sekarang saya lagi melakukan proses membuat bom rakitan yang saya isi dengan paku," tulis akun itu.

Polda Jabar siap membantu melakukan penyelidikan terkait dugaan ancaman pembunuhan tersebut.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rohmawan, menyatakan bahwa pihaknya siap sedia memonitoring jika ada permintaan pemantauan.

"Kami Tim Cyber siap bantu beliau (Dedi Mulyadi) selaku pelapor," ujar Hendra, Selasa (22/4/2025), dikutip dari Kompas.com.

"Bahkan, bila (Dedi Mulyadi) melaporkan secara resmi, kami lakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pengancam beliau selaku pelapor," lanjut dia.

Baca juga: 7 Kendaraan Dedi Mulyadi, Ada Lexus, Mercy, Motor Triumph hingga Vespa Limited Edition

Hingga kini, dikatakan Kabid Humas Polda Jabar, polisi belum menerima laporan terkait kasus ini.

Namun, diakuinya Tim Siber Polda Jabar sudah melakukan pendalaman.

“Belum ada laporan resmi demikian juga dari khusus beliau. Polda Jabar (melalui) Dir Cyber telah koordinasi dan monitoring ancaman tersebut,” kata Kombes Hendra, dilansir Tribunpriangan.com.

Netizen pun diimbau supaya bijak dalam berkomentar dan menanggapi sebuah informasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved