Senin, 1 September 2025

Dikenal Emosional, Konsulen RS di Palembang yang Tendang Alat Vital Dokter PPDS Dinonaktifkan

Dokter konsulen berinisial YS yang menendang alat vital peserta PPDS dinonaktifkan. RSMH menyerahkan YS ke Kementerian Kesehatan karena berstatus ASN

|
Editor: Erik S
TRIBUNSUMSEL.COM/LINDA TRISNAWAT
PPDS UNSRI DIANIAYA - Gedung Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta kasus dugaan penganiayaan yang dialami PPDS Unsri diduga dilakukan oknum konselen di RSMH segera diusut tuntas. 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Dokter konsulen berinisial YS yang menendang alat vital peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya (Unsri) dinonaktifkan. YS diketahui dokter di Rumah Sakit Umum Pusat Muhammad Hoesin (RSMH).

Dokter YS dinonaktifkan terhitung sejak Selasa (22/4/2025). Korban diketahui berinisial S.

Direktur Utama RSMH, dr Siti Khalimah mengatakan peristiwa itu terjadi pada hari Minggu (20/4/2025) di ruangan ICU RSMH.

Baca juga: Menkes: Pemberian Izin PPDS Praktik Sebagai Dokter Umum Bersifat Opsional

"Peristiwa itu memang ada dan terekam kamera CCTV di ruangan ICU. Dari hasil investigasi yang kami dapat tindakan kekerasan itu dilakukan karena tidak puas dengan kinerja PPDS-nya," ujar Siti Khalimah saat jumpa pers, Rabu (23/4/2025).

Korban sempat mendapat penanganan medis setelah alat vitalnya ditendang oleh YS.

"Korban baik-baik saja tidak sampai dirawat, setelah itu keesokan harinya (hari Senin) kembali beraktivitas seperti biasa," katanya.

Setelah mengumpulkan bukti yang cukup dan memanggil saksi-saksi, pihaknya memanggil YS dan membuat beberapa keputusan salah satunya menonaktifkan YS sebagai dokter konsulen RSMH.

Pihaknya telah melakukan investigasi sejak bulan Maret, sebab pada bulan Maret lalu ada laporan kalau YS melalukan kekerasan fisik karena menempeleng PPDS lainnya.

"Sekarang dia kami serahkan ke Kementerian Kesehatan, karena dia ASN Kemenkes. Sembari menunggu sanksi apa dari Kemenkes, dokter YS kami nonaktifkan baik tugasnya sebagai konsulen di rumah sakit maupun pengajar terhitung 22 April 2025," katanya.

Pembatalan dosen klinis

RSMH telah bersurat kepada FK UNSRI guna mengusulkan pencabutan status dosen klinis (dokdiknis) YS.

Oknum dokter tersebut juga dilarang berinteraksi dengan pihak yang ada di lingkungan RSMH.

Baca juga: Dokter PPDS Unsri Diduga Alami Kekerasan, Ini Langkah Kemenkes

"Dokter Ys dilarang melakukan komunikasi dalam bentuk apapun, baik langsung maupun tidak langsung, dengan mahasiswa dan perawat di lingkungan RSMH," tegasnya.

Karena dr Ys telah dinonaktifkan dan dibebaskan dari tugasnya, maka tanggungjawab yang sebelumnya diemban dr Ys dialihkan ke dokter konsulen yang lain.

"Alih tanggung jawab. Seluruh tanggung jawab akademik dan klinik yang sebelumnya diemban oleh dokter Ys diserahkan kepada konsulen lain," katanya.

Sosok emosional

Siti Khalimah mengakui kalau YS adalah seorang yang emosional dan tidak sabaran, sehingga kalau ada PPDS yang menjalankan tugas tidak sesuai kriterianya ia tak segan-segan melakukan tindakan bullying ataupun kekerasan.

Baik kekerasan secara verbal maupun kekerasan fisik.

"Sehingga banyak PPDS maupun perawat yang takut bertemu dengan yang bersangkutan ini. Tetapi terlepas dari orangnya yang emosional, YS ini kinerjanya sangat baik dan perfeksionis dalam menjalankan pekerjaan," tandasnya.

Sebelumnya, viral di media sosial dugaan kasus kekerasan yang dialami seorang peserta PPDS anestesi Universitas Sriwijaya.

Disebutkan  kalau yang melakukan kekerasan itu adalah konsulennya.

Isu kekerasan tersebut diposting oleh akun Instagram @ppdsgramm yang memperlihatkan pesan dari seseorang memberitahu tentang peristiwa tersebut.

Pesan DM Instagram yang diposting itu menyebutkan kalau korban sampai dirawat di IGD karena area testisnya mengalami hematom (pendarahan), dan hal tersebut sudah dikonfirmasi dengan USG testis.

Baca juga: Kemenkes Dalami Kasus Kekerasan Terhadap Dokter PPDS Unsri di Palembang

Belum diketahui identitas korban dan oknum yang melakukan kekerasan tersebut, tetapi disebutkan kalau korban adalah PPDS anestesi Unsri.

Menanggapi soal isu kekerasan tersebut Dirut Rumah Sakit Umum Pusat Muhammad Hoesin, dr Siti Khalimah mengatakan pihaknya sedang melakukan investigasi untuk mencari kebenaran dan fakta soal isu tersebut.

"Kami sedang investigasi, tunggu ya nanti kami kabari kalau sudah ada titik terang," kata Siti Khalimah saat dikonfirmasi, Senin (21/4/2025).

Ia belum bisa memberikan keterangan terkait peristiwa dugaan kekerasan tersebut dan kondisi terkini dari korban.

"Saya belum dapat info jelas, kami sedang investigasi. Masih menunggu tim SPI melakukan investigasi, " ujarnya.

Sementara Humas Rumah Sakit Umum Pusat Muhammad Hoesin, Suhaimi, mengatakan dalam keterangan tertulisanya, terkait dengan isu kekerasan yang dikabarkan terjadi RSMH Palembang, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari pihak manapun terkait kejadian tersebut.

"Kami akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk memastikan lingkungan kerja tetap aman dan kondusif bagi seluruh tenaga kesehatan maupun pasien dan keluarganya," tulis keterangan yang diterima Tribunsumsel.com.

Ketika ditanya mengenai tempat peristiwa kekerasan itu terjadi ia juga belum bisa memastikan, sebab isu beredar kalau peristiwa itu terjadi di lingkungan RSMH.

"Besok akan kami konfirmasi dimana betul kejadiannya," sambungnya.

Pihak rumah sakit meminta maaf apabila informasi yang beredar menimbulkan ketidaknyamanan bagi beberapa pihak. Kemudian mengimbau agar tidak berspekulasi terlebih dulu dan menunggu klarifikasi resmi.

"Kami memahami bahwa informasi yang beredar dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi beberapa pihak Oleh karena itu kami minta maaf. Kami mengimbau semua pihak untuk tidak berspekulasi dan menunggu klarifikasi resmi jika memang diperlukan. Apabila benar terjadi permasalahan yang bersifat pribadi antar individu, kami berharap hal tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik dan kekeluargaan, tanpa mengganggu pelayanan kesehatan di RSMH," tandasnya. (Tribun Sumsel/Sripoku)

 

Sebagian Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul BREAKING NEWS: Oknum Dokter Konsulen RSMH Tendang Alat Vital PPDS Hingga Pendarahan Dinonaktifkan

Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan