Kapal Tenggelam di Selat Bali
Penantian Keluarga Korban Hilang Tenggelamnya KMP Tunu, Rela Menginap di Pelabuhan Ketapang
Sugihariani, keluarga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali rela menginap di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Sri Juliati
"Katanya kapal mau bersandar, tetapi cuacanya buruk, gitu komunikasinya kepada sepupu saya," ungkapnya.
Ia pun hanya bisa berharap kepada Basarnas dalam proses pencarian korban.
"Harapannya, bisa ketemu selamat dan sehat kalau bisa. Tapi ya kami pasrah," tuturnya.
Pencarian Terus Dilakukan
Pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya terus dilakukan pada hari keempat, Minggu (6/7/2025).
Personel tim penyelam pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya ditambah 15 orang.
Bukan hanya penyisiran ke tiga titik sektor pencarian korban, tim juga diterjunkan untuk melakukan observasi benda diduga bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya.
Menurut Kepala Basarnas, Laksamana Muda TNI (Purn) Ribut Eko Suyatno, secara data mentah lokasi diduga bangkai kapal begeser sekitar 800 meter dari lokasi kecelakaan kapal.
Sebelumnya, benda diduga bangkai KMP Tunu Pratama Jaya itu ditemukan sekitar 1-2 nautical miles ke arah utara dari titik awal tempat kapal tenggelam.
Lokasinya berada di kedalaman antara 40-50 meter dari permukaan laut.
"Secara data mentah dari lokasi yang saya sampaikan kemarin bergeser dari lokasi kecelakaan kapal ke lokasi terbaru kurang lebih 800 meter," terangnya.
Ia menjelaskan pihaknya belum bisa memastikan kemungkinan para korban yang belum ditemukan berada di dalam kapal.
Oleh karena itu, perlu dilakukan observasi bawah air dengan alat dan penyelam.
"Itu belum bisa kami pastikan," tegasnya.
Ribut berujar, tim penyelam dalam penanganan KMP Tunu Pratama Jaya juga terus ditambah.
Awalnya, ada 22 tim penyelam yang telah melakukan tes Medical Check Up (MCU) di RS Blambangan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.