Sabtu, 30 Agustus 2025

Kapal Tenggelam di Selat Bali

Penantian Keluarga Korban Hilang Tenggelamnya KMP Tunu, Rela Menginap di Pelabuhan Ketapang

Sugihariani, keluarga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali rela menginap di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

dok.
KAPAL TENGGELAM - KMP Tunu Jaya Pratama saat olah gerak di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali, Rabu malam, 2 Juli 2025, sekitar 24 menit setelah berlayar meninggalkan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Bali membawa 53 penumpang dan 12 kru kapal. 

TRIBUNNEWS.COM - Sugihariani, keluarga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali rela menginap di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

Ia masih menanti kabar dari keluarganya yang hilang dalam insiden yang terjadi pada Rabu 2 Juli 2025 lalu.

Ia berada di Pelabuhan Kepatang sejak Kamis (3/7/2025) pagi, karena dua keponakannya, Novan Hadiyansyah dan Nawal, serta sepupu iparnya bernama Ahmad Wahyudi belum ditemukan.

Perempuan asal Dusun Kunir Desa/Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi ini sudah dua malam tidur di tempat penampunang khusus yang disediakan Basarnas bersama puluhan keluarga korban lain yang melakukan hal serupa, Sabtu (5/7/2025).

Selama berada di Pelabuhan Ketapang, Sugihariani ditemani oleh dua anak dan sepupunya yang juga menunggu kabar pencarian anggota keluarganya tersebut.

Ia mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan dari tim SAR mengenai keberadaan sepupu ipar dan juga keponakannya tersebut.

"Belum ada kabar sama sekali," ucap Sugihariani, dikutip dari Tribun Jatim.

Meski begitu, dirinya tetap bertahan dan optimis korban akan segera ditemukan karena tas milik dua keponakannya telah ditemukan.

"Kemarin itu ada dua tas dan tasnya itu kok sama persis dengan punya keponakan saya. Jadi ada tanda-tanda lah walupun belum dipastikan," ucap Rini.

Wanita yang akrab disapa Rini ini menjelaskan, keponakannya berangkat ke Pulau Bali hendak merayakan liburan sekolah di rumah ayah mereka.

Keduanya berangkat mengunakan KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam itu.

Baca juga: Gapasdap Sampaikan Duka Cita atas Insiden Tenggelamnya KMP Tunu Pratama, Singgung Usia Kapal

"Sementara sepupu ipar saya mau kerja proyek di Bali," ucapnya.

Rini mengaku belum sempat melakukan komunikasi terakhir dengan dua keponakannya karena jarang berinteraksi lewat gawai saat di rumah.

"Kalau sepupu ipar saya, itu sempat komunikasi dengan istrinya yang ada di Malang," jelasnya.

Rini menuturkan, Ahmad Wahyudi bilang kalau kapal yang ditumpanginya hendak bersandar di Gilimanuk Bali.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan