Pergoki Ayahnya Bersama Wanita Lain, Anak Perempuan di Mamuju Dianiaya, Pelakunya Kepala Dinas
Seorang anak jadi korban KDRT oleh ayahnya sendiri. Korban dipukul saat melihat ayahnya tengah bersama perempuan lain selain ibunya
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Endra Kurniawan
TRIBUNNEWS.COM - Seorang perempuan berinisial LIS (26) laporkan ayahnya sendiri atas dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ke Polresta Mamuju, Sulawesi Barat.
LIS pun telah dipanggil oleh penyidik untuk dimintai keterangan, pada Senin (7/7/2025).
Kasus KDRT ini terjadi pada Maret 2025 lalu.
Saat itu, LIS melihat ayahnya tengah bersama dengan perempuan lain.
LIS lantas dipukul oleh ayahnya sendiri setelah kejadian tersebut.
"Iya, saya dapat dia bersama perempuan lain dan saya dipukul."
"Saya sudah lapor sejak Maret dan hari ini saya datang menghadiri undangan penyidik untuk dimintai keterangan lanjutan," ujar LIS, dikutip dari Tribun-Sulbar.com.
Ia menuturkan, ayahnya merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai kepala dinas.
"Ayah saya Kepala Dinas," ungkap LIS.
LIS menjelaskan, saat kejadian, ia, adik-adiknya, dan ibunya memergoki ayahnya yang sedang mengantarkan perempuan lain.
"Saat itu saya bersama ibu dan adik-adik memergoki bapak mengantar perempuan itu dan anaknya melalui Jalan Badau, belakang kantor BPJN, jalanan sepi. Kami tahu karena bertemu bapak di jalan arteri lalu kami ikuti," ujarnya.
Baca juga: Ahmad Dhani Unggah Video Baru, Sebut Tuduhan Maia tentang KDRT Fitnah: Tunjukkan Bukti
Setelah itu, terjadi cekcok antara ibu dan ayahnya.
Bahkan, LIS dan adiknya yang tengah hamil terseret dalam percekcokan tersebut.
“Saya sempat divisum, tapi saat itu saya masih berharap ada itikad baik dari bapak, jadi saya belum membuat laporan resmi ke polisi,” kata LIS.
Di lain hari, LIS kembali bertemu dengan ayahnya di sebuah mal dan ia ikut masuk ke dalam mobil ayahnya.
Sumber: TribunSolo.com
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya
A member of

Follow our mission at www.esgpositiveimpactconsortium.asia
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.