Program Makan Bergizi Gratis
BPOM Koordinasi dengan Badan Gizi Nasional Terkait 456 Orang Keracunan MBG di Bengkulu
Polisi menyegel dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong, Bengkulu, setelah ratusan siswa dan guru mengalami keracunan massal
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
willy Widianto
Untuk diketahui, menu MBG yang dibagikan saat itu terdiri dari satu buah jeruk, mie tepung, empat pentol bakso, tahu goreng, serta sayur tumis jagung. Makanan tersebut diketahui dimasak pada malam sebelumnya di dapur MBG Desa Lemeupit, Kecamatan Lebong Sakti, kemudian dibagikan kepada siswa pada siang harinya.
Tak lama setelah menyantap makanan itu, para siswa mulai jatuh sakit secara bersamaan. Siswa TK hingga SD langsung menunjukkan gejala keracunan, sedangkan siswa SMP dan guru mulai merasakan gejala sejak sore harinya.
Ada pula sejumlah siswa yang tidak mengalami keracunan. Mereka memilih tidak memakan makanan tersebut karena tercium bau yang aneh. Hingga saat ini, pihak dapur MBG maupun SPPG belum dapat dimintai keterangan. Informasi yang diperoleh menyebutkan ketua dapur MBG sudah diamankan Polres Lebong untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Baca juga: Guru Tolak Perintah Pemkab Cicipi MBG Sebelum Dibagi imbas Keracunan Massal, Sekda Sleman Minta Maaf
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lebong, Fakhrurrozi, menegaskan pelaksanaan MBG tidak pernah melalui koordinasi dengan Disdikbud maupun Pemerintah Kabupaten Lebong.
Bahkan, pihaknya tidak mengetahui jadwal pembagian makanan MBG di sekolah-sekolah, termasuk menu yang akan dibagikan. "Iya, tidak pernah dikoordinasikan dengan pihak Disdikbud. Kami bahkan tidak tahu ada jadwal pembagian MBG ke sekolah-sekolah, termasuk menunya juga," ujar Fakhrurrozi.
Polisi menyegel dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong, Bengkulu, setelah ratusan siswa dan guru mengalami keracunan massal usai menyantap makanan. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian itu.
Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Mardiyono menegaskan pihaknya langsung turun tangan menyikapi peristiwa ini dan memastikan penanganan akan dilakukan secara maksimal. Polres Lebong telah menyegel dapur umum MBG yang menjadi sumber makanan. Ketua dapur sementara ini juga telah diamankan oleh penyidik untuk dimintai keterangan.
“Ya, dapur umum MBG sudah disegel, ketua dapurnya juga telah diamankan sementara, kita nanti kita tunggu hasilnya,” ujar Kapolda.
Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani, melalui Kasubsi PIDM Humas Aipda Syaiful Anwar, juga membenarkan informasi tersebut.
Menurutnya, penutupan dapur MBG dilakukan untuk kepentingan penyelidikan hingga penyebab pasti dugaan keracunan dapat dipastikan. Pihak dapur MBG juga ada yang diamankan untuk diperiksa.
Baca juga: Terbang Pakai Heli, Gibran Sapa Panglima Jilah dan Buka Dapur MBG di Mempawah
“Untuk ketua dapur MBG diamankan sementara di Polres Lebong. Tujuannya untuk dimintai keterangan, sementara dapur ditutup sampai proses penyelidikan selesai,” jelas Aipda Syaiful.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.