Sabtu, 30 Agustus 2025

5 Populer Regional: Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa - Pasangan Kekasih Diserang OTK di Lombok

Berikut rangkuman berita populer regional dimulai gedung DPRD Makassar dibakar hingga sepasang kekasih diserang oleh OTK di Lombok.

Penulis: Endra Kurniawan
Kolase: Tribun-Timur/Istimewa, Kompas.com/Puthut Dwi Putranto Nugroho, Tribunsolo.com/Andreas Chris Febrianto, dan Tribunlombok.com/Istimewa
BERITA POPULER REGIONAL - Berikut rangkuman berita populer regional selama 24 jam di Tribunnews.com. Dimulai gedung DPRD Makassar dibakar hingga sepasang kekasih diserang oleh OTK di Lombok. 

TRIBUNNEWS.COM - Berita populer regional dimulai dari kericuhan yang mewarnai aksi demo di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (29/8/2025) malam.

Massa tampak membakar sejumlah mobil hingga gedung yang berada di di Jalan Andi Pangerang Pettarani Blok E No. 1-2 tersebut.

Akibat kejadian ini, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin harus dievakuasi dari lokasi kerusuhan.

Kemudian ada insiden penyerangan orang tak dikenal alias OTK di  Pantai Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Rabu (27/8/2025) pagi.

Korbannya nasib pasangan kekasih Made Vaniradya Puspa Nitra (19) dan Radit Ardiansyah (19).

Korban Made Vaniradya, mahasiswi Universitas Mataram (Unram) tewas, sedangkan kekasihnya, Radit menderita luka-luka di sekujur tubuhnya.

Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam di Tribunnews.com:

1. Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa, Belasan Mobil Hangus, Wali Kota Dievakuasi

Tak hanya di Ibu Kota Jakarta, unjuk rasa anarkis terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, massa beringas dengan membakar Gedung DPRD Kota Makassar di Jalan AP Pettarani, Jumat (29/8/2025) malam ini.

Awalnya sejumlah pengunjuk rasa memaksa memasuki gedung Dewan.

Di saat bersamaan anggota DPRD Makassar sedang melaksanakan Rapat Paripurna membahas APBD Perubahan 2025.

Agenda ini berlangsung sekira pukul 20.30 Wita.

Rapat dihadiri sejumlah anggota Dewan dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. 

Saat rapat paripurna berlangsung, demonstran masuk ke ruang Paripurna di lantai 3 Gedung DPRD Makassar.

Sontak membuat seluruh peserta rapat paripurna berhamburan meninggalkan ruangan rapat.

Wali Kota Makassar dan seluruh Anggota DPRD, termasuk pejabat Pemkot Makassar hingga BUMD ada dalam ruangan tersebut bergegas ke luar dari ruangan.

"Pak wali, Bu wawali dan Pak Sekda tadi dievakusi pakai motor," kata Kepala Bappeda Kota Makassar, M Dahyal. 

Seluruh pejabat Pemkot Makassar dan anggota DPRD juga mengamankan diri. 

Baca selengkapnya.

2. Mobil Bernopol AB 10 HBX Tembus Lautan Massa Menuju ke Mapolda DIY, Warga: Yang Punya Jogja Datang

DATANGI MAPOLDA DIY - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X tiba di Mapolda DIY pada Jumat malam (29/8/2025).
DATANGI MAPOLDA DIY - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X tiba di Mapolda DIY pada Jumat malam (29/8/2025). (Tribun Jogja/Ardhike)

Asap tebal gas air mata menyelimuti kawasan Markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) pada Jumat (29/8/2025) malam. 

Hingga pukul 22.56 WIB, udara di sekitar Ring Road Utara, Sleman masih dipenuhi kepulan gas yang membuat sesak napas dan pedih di mata.

Ribuan massa dari berbagai elemen terus bertahan di sepanjang jalan yang mengarah ke Mapolda DIY.

Mereka maju-mundur mendekat ke arah gerbang utama, namun segera mundur setiap kali aparat menembakkan gas air mata.

Situasi mencekam ini berlangsung sejak sore hari dan belum juga mereda hingga malam.

Pantauan Tribunjogja.com di lokasi menunjukkan sejumlah insiden terjadi di tengah aksi tersebut.

Beberapa kendaraan terlihat dibakar massa, termasuk dua unit mobil yang terpantau hangus terbakar.

Satu di antaranya bahkan berada tepat di depan pintu timur Mapolda DIY.

Di sela aksi saling dorong antara massa dan aparat, sebuah kendaraan dengan nomor polisi AB 10 HBX tiba-tiba melintas dan menembus kerumunan.

Kendaraan itu dikenal sebagai mobil dinas Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Baca selengkapnya.

3. Anggota Pansus Pemakzulan Bupati Pati Tolak Dikalungi Obat Masuk Angin: Nanti Kotor Baju Saya

OBAT MASUK ANGIN- Rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati Sudewo di DPRD Pati, Jawa Tengah, mendapat aksi sindiran dari warga, Kamis (28/8/2025). Seusai jeda istirahat siang, warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyerahkan beberapa obat herbal masuk angin kepada anggota Pansus, yakni Irianto Budi Utomo.
OBAT MASUK ANGIN- Rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati Sudewo di DPRD Pati, Jawa Tengah, mendapat aksi sindiran dari warga, Kamis (28/8/2025). Seusai jeda istirahat siang, warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyerahkan beberapa obat herbal masuk angin kepada anggota Pansus, yakni Irianto Budi Utomo. (KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHO)

Rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati Sudewo di DPRD Pati, Jawa Tengah, mendapat aksi sindiran dari warga, Kamis (28/8/2025).

Seusai jeda istirahat siang, warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyerahkan beberapa obat herbal masuk angin kepada anggota Pansus, yakni Irianto Budi Utomo.

Mereka juga berusaha mengalungkan rangkaian beberapa saset obat bermerek 'Tolak Angin' tersebut kepada Irianto.

Perwakilan AMPB memang selalu mengawal dan mengikuti setiap rapat Pansus.

“Supaya Pak Ir tidak masuk angin, saya serahkan obat masuk angin ini,” kata Koordinator AMPB, Teguh Istiyanto.

Irianto merespons dengan tersenyum sambil berucap singkat, “Terima kasih.”

Ekspresinya berubah ketika dia hendak dikalungi rangkaian saset obat masuk angin itu.

“Nggak usah, Mas,” ucap dia sambil mengacungkan kedua telapak tangannya sebagai gestur penolakan.

Baca selengkapnya.

4. Demo Ojol di Solo Ricuh, Tembakan Gas Air Mata Buyarkan Selter Manahan, Padahal Sempat Damai

RICUH - Bentrokan kembali terjadi antara massa aksi solidaritas driver ojek online (Ojol) dan aparat keamanan di depan Mako Brimob Batalyon C Solo, Jalan Adi Sucipto, Manahan, Solo, Jumat (29/8/2025). Kericuhan sempat mereda, namun kembali pecah ketika sejumlah demonstran melempar batu ke arah markas Brimob.
RICUH - Bentrokan kembali terjadi antara massa aksi solidaritas driver ojek online (Ojol) dan aparat keamanan di depan Mako Brimob Batalyon C Solo, Jalan Adi Sucipto, Manahan, Solo, Jumat (29/8/2025). Kericuhan sempat mereda, namun kembali pecah ketika sejumlah demonstran melempar batu ke arah markas Brimob. (TribunSolo.com/Andreas)

Massa dari driver ojek online (ojol) Solo, Jawa Tengah gelar aksi solidaritas atas kematian Affan Kurniawan yang meninggal dunia setelah ditabrak dan dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, saat demo buruh pada Kamis (28/8/2025) malam.

Aksi solidaritas driver ojol Solo digelar di depan Mako Brimob Batalyon C Solo, Jl Adi Sucipto, Manahan, Solo, Jumat (29/8/2025).

Lokasi Mako Brimob sendiri berada di timur Stadion Manahan Solo.

Aksi solidaritas ini pun ricuh, demonstran melempar batu ke arah Markas Brimob.

Pantauan jurnalis Tribun Solo, Andreas Chris Febrianto di lapangan, polisi menembakkan beberapa gas air mata.

Gas air mata tersebut menyebabkan kepanikan di sekitar lokasi.

Bahkan, hembusan angin membuat asap dari gas air mata buyarkan Selter Manahan.

Selter manahan merupakan zona kuliner dan UMKM yang berada di bagian timur Stadion Manahan.

Lokasinya bersebelahan langsung dengan Mako Brimob di Solo.

Selter Manahan dibangun untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan memberi ruang bagi pelaku UMKM.

Akibat dari tembakan gas air mata, pedagang dan pembeli pun berhamburan hingga berteriak minta pertolongan.

Warga juga berlarian menjauh hingga masuk ke area Stadion Manahan untuk menyelamatkan diri.

Kericuhan ini juga membuat sejumlah orang dilarikan ke rumah sakit karena terluka.

Baca selengkapnya.

5. Pasangan Kekasih Diserang OTK saat Nikmati Indahnya Pantai Nipah, Vany Tewas, Radit Terluka Parah

PENEMUAN MAYAT MAHASISWA - Kolase foto seorang mahasiswa asal Sumbawa, Radit Ardiansyah (19) bersama sang kekasih Made Vaniradya Puspa Nitra (19), diduga menjadi korban kekerasan di Pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara, Selasa (26/8/2025).
PENEMUAN MAYAT MAHASISWA - Kolase foto seorang mahasiswa asal Sumbawa, Radit Ardiansyah (19) bersama sang kekasih Made Vaniradya Puspa Nitra (19), diduga menjadi korban kekerasan di Pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara, Selasa (26/8/2025). (Dok. Istimewa)

Malang nasib pasangan kekasih Made Vaniradya Puspa Nitra (19) dan Radit Ardiansyah (19).

Made Vaniradya, mahasiswi Universitas Mataram (Unram) ini ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Rabu (27/8/2025) pagi.

Sementara kekasihnya, Radit menderita luka-luka di sekujur tubuhnya.

Radit bahkan sempat pingsan sebelum ditemukan warga.

Pasangan mahasiswa ini menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) di Pantai Nipah.

Pantai Nipah terletak di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Pantai ini terkenal dengan pasir putih bersih dan air laut berwarna toska yang jernih.

Awalnya Vany--sapaan Made Vaniradya Puspa Nitra dan Radit Ardiansyah  berangkat dari kampus Universitas Mataram menuju Pantai Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara pada Selasa (26/8/2025) sore sekitar pukul 16.30 Wita.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan