Minggu, 31 Agustus 2025

Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI

Demo Ricuh di Kalimantan dan Sulawesi: Terparah di Makassar, 2 Gedung DPRD Hangus Terbakar, 3 Tewas

Aksi unjuk rasa paling parah terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).  Tiga orang diberitakan meninggal dunia.

Penulis: Erik S
Ist via Tribun Makassar
HANCUR DIBAKAR- Kantor DPRD Makassar dan DPRD Sulsel. Dua kantor ini hangus dilalap api pada 30 Agustus 2025 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-  Aksi ricuh terkait tewasnya ojek online Affan Kurniawan (21) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, juga berlangsung ricuh, Jumat (29/8/2025).

Massa terdiri dari mahasiswa, pelajar, serta driver ojol di Palangka Raya yang tergabung dalam Aliansi Revolusi Kepolisian Total (Rekontal).

Massa aksi terkonsentrasi di Polda Kalteng. Saat memaksa masuk, massa disemprot aparat menggunakan water cannon.

Baca juga: Tuai Hujatan Usai Unggah Video Demo Lama, Marshel Widianto Bantah Jadi Buzzer Pemerintah Rp150 Juta

Meski sempat disemprot massa kembali mendorong hingga memanjat gerbang Mapolda Kalteng.

Terdengar dari pengeras suara pihak Polda Kalteng yang meminta massa aksi untuk tertib.

Aksi dimulai sekira pukul 14.00 WIB. Sejak awal, tanda-tanda ricuh sudah mulai terlihat.

Namun, masih dapat diredam karena Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan bersedia menemui dan mendengarkan orasi dari massa aksi.

Aksi mulai memanas ketika Kapolda Kalteng meninggalkan massa aksi karena ada lemparan botol. 

Selanjutnya, saling dorong pun terjadi antara aparat dan massa aksi.

Saling dorong itu terjadi selama lebih kurang dua jam, massa aksi memaksa masuk menemui Kapolda Kalteng untuk menyampaikan tuntutan.

AKSI ANARKOS- Massa aksi Aliansi Rekontal di Polda Kalteng
AKSI ANARKOS- Massa aksi Aliansi Rekontal di Polda Kalteng, menuntut Kapolri dicopot, Jumat (29/8/2025).

Untuk meredam massa yang memaksa masuk dengan mendorong pagar, aparat keamanan menyemprotkan water cannon ke arah peserta aksi. 

Meski sempat bubar dan menjauh, massa aksi kembali mendekati pagar dan melakukan aksi serupa.

Kericuhan mulai terjadi sejak pukul 15.00 WIB, membuat dua orang peserta aksi tumbang.

Koordinator Lapangan Aliansi Rekontal, Satria Bintang menyatakan kericuhan itu buntut dari kekecewaan massa aksi karena Kapolda Kalteng tak mendengarkan suara mereka.

HALAU MASSA AKSI - Aparat kepolisian menyemprot air ke massa aksi yang memaksa masuk ke Mapolda Kalteng, Jumat (29/8/2025)
HALAU MASSA AKSI - Aparat kepolisian menyemprot air ke massa aksi yang memaksa masuk ke Mapolda Kalteng, Jumat (29/8/2025) (Tribunkalteng.com/Ahmad Supriandi)

Menurut Bintang, massa aksi kecewa karena merasa dikhianati oleh Kapolda Kalteng.

Halaman
123
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan