Rabu, 22 April 2026

Aksi Demonstrasi di Pati

Sidak RSUD, Pansus DPRD Pati Bongkar Kasus Nepotisme, Istri Dewas Jadi Pemasok Bahan Makanan

Pansus Hak Angket Pemakzulan Sudewo temukan dugaan nepotisme di RSUD Soewondo Pati, Jateng. Istri Dewas didiuga jadi pemasok bahan ke rumah sakit

TRIBUNJATENG.COM/Mazka Hauzan Naufal
RAPAT PANSUS - Suasana Rapat Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Sudewo di Ruang Banggar DPRD Kabupaten Pati, Rabu (3/9/2025). Rapat ini menghadirkan Ketua Dewan Pengawas RSUD RAA Soewondo Pati, Torang Manurung. 

"Kami mendengar bahwa keluarga Bapak menjadi supplier logistik di rumah sakit," kata Muntamah memperjelas maksud Madun, Kamis (4/9/2025).

Manurung menilai, pembahasan tersebut menyimpang dari kontes kebijakan Sudewo.

"Oleh karena itu seperti yang saya bilang, bukan kapasitas saya menjawab sebagai Ketua Dewas, kebetulan juga saya ada acara yang tidak bisa saya tinggalkan. Maka saya mohon izin untuk selesai keterangan dari saya. Karena tentang kebijakan bapak bupati sudah saya jelaskan sejelas-jelasnya menurut saya. Demikian terima kasih. Izin untuk meninggalkan tempat," kata Manurung sebelum melangkah ke pintu keluar.

Suasana ruang rapat pun memanas, para anggota Pansus menganggap manurung telah menghina DPRD dengan aksi walk-out tersebut.

Namun, Manurung sempat kembali ke tempat duduknya di ruang rapat.

Mengutip TribunJateng.com, ia menegaskan bahwa dirinya menghormati forum ini, namun ia juga meminta Pansus supaya konsekuen dengan hanya membicarakan hal-hal terkait kebijakan bupati.

Di luar pertanyaan tersebut, manurung mengaku tidak siap menjawab.

"Ini kebijakan bupati memberikan SK pada Dewas, dan ternyata Dewas memanfaatkan jabatannya untuk keluarganya kerja di situ, maksudnya ke situ. Ini rangkaian. Jangan terus meninggalkan begitu," timpal Ketua Pansus, Teguh Bandang Waluyo, dengan nada tinggi.

Sementara itu, reaksi keras juga dikeluarkan oleh anggota Pansus lainnya dari PKS, Narso.

Ia mempersilahkan Manurung meninggalkan ruangan, namun hal tersebut akan menjadi catatan besar yang mengindikasikan ada pelanggaran atas penunjukan Dewas RSUD Soewondo.

Baca juga: Seorang Dokter di Pati Kena Mutasi 3 Kali dalam Sebulan oleh Sudewo, Padahal Punya Skil Khusus

“Hal ini harus dipertanggung jawabkan oleh bupati kelak,” tegas dia.

Akhirnya, Manurung pun tetap keluar dari ruangan.

"Karena saya sudah memberikan hak jawab, saya anggap sudah menjawab yang saya bisa, oleh karena itu dengan hormat saya izin meninggalkan tempat ini. Nanti kalau ada yang dipertanyakan, boleh mengundang Dewas lainnya," ujar Manurung.

Pansus Hak Angket DPRD Pati pun langsung terjun ke lapangan dengan mengadakan sidak ke RSUD Soewondo Pati.

Teguh Bandang mengatakan, benar saja, saat melakukan sidak, pihaknya menemukan adanya dugaan nepotisme.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved