Kamis, 16 April 2026

Kasus Mutilasi di Mojokerto

Bukan 6 September, Alvi Maulana Bunuh dan Mutilasi Tiara pada Akhir Agustus 2025

Polisi mengungkap pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan oleh Alvi terhadap Tiara bukan dilakukan pada 6 September tetapi 31 Agustus 2025.

Surya.co.id/Ahmad Zaimul Haq
PELAKU MUTILASI - Tersangka Alvi mengakui perbuatannya, membunuh dan memutilasi kekasihnya, Tiara Angelina Sarasawati (25) dalam pers rilis yang digelar Polres Mojokerto, Senin (8/9/2025). Tersangka dengan sering diomeli korban yang temperamental dan dituntut ekonomi untuk membeli barang dan kebutuhan hidup mewah. 

Saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Ihrma mengungkapkan pihaknya menemukan kepala korban di belakang lemari.

"Kemudian di TKP, kita menemukan kepala korban di belakang lemari (kamar kos) dan hendak dihilangkan atau dimusnahkan oleh pelaku," ujar Ihram.

"Kemudian ada pemotongan yang sudah dilakukan pembuangan di hari tersebut di wilayah Pacet," sambungnya.

Akibat perbuatannya, Alvi dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana juncti Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup.

"Yang kami persangkakan kepada tersangka adalah Pasal 340 dan/atau Pasal 338 KUHP. Artinya dia merencanakan peristiwa (pasal) 338 ini dengan sebuah perencanaan sehingga kami mainkan Pasal 340 dengan ancaman hukuman minimal seumur hidup dan tidak menutup kemungkinan untuk mendapatkan hukuman setimpal tergantung vonis di pengadilan nanti," ujar Ihram.

Motif Asmara dan Pelaku Tak Kuat Penuhi Gaya Hidup Korban

Ihram mengatakan ada tiga motif yang melatarbelakangi Alvi sampai tega membunuh hingga memutilasi kekasihnya.

Pertama, Alvi sakit hati dengan Tiara karena selama berhubungan kerap terjadi konflik.

Kedua, pelaku mengaku merasa tertekan dengan gaya hidup korban yang sulit dipenuhinya.

"Kemudian (motif) ekonomi di mana banyak tuntutan gaya hidup (dari korban kepada pelaku) dan seterusnya," ujar Ihram.

Dia mengungkapkan dua motif itulah yang memicu Alvi tega menghabisi nyawa kekasihnya sendiri yang sudah dipacarinya selama empat tahun.

"Dari akumulasi itulah akhirnya memicu cekcok di malam hari tersebut," katanya.

Baca juga: 3 Motif Alvi Maulana Bunuh dan Mutilasi Tiara: Asmara hingga Tak Kuat Penuhi Gaya Hidup Korban

Pernyataan Ihram pun senada dengan pengakuan Alvi saat dihadirkan dalam konferensi pers hari ini.

Dia mengaku memendam amarah sejak lama dengan korban hingga tega melakukan perbuatan keji tersebut.

"Karena emosi memuncak, saya sudah memendam emosi dari lama," ujarnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved