Barang Korban Utuh hingga Visum, Ini 5 Temuan Polisi Buka Tabir Pembunuhan Pacar di Lombok
Pengakuan pacar korban, Radiet Ardiansyah (19) kepada pihak berwajib, ia dan Vani diserang oleh orang tak dikenal saat menikmati matahari tenggelam
Posisi tersangka saat kejadian—berada di sisi kiri korban—mendukung dugaan bahwa Radiet mencoba melakukan penetrasi dengan jari.
- Pemeriksaan Psikologi
Pemeriksaan psikologi terhadap Radiet menunjukkan pola perilaku manipulatif.
Ia mampu menyusun skenario dengan tenang, namun menunjukkan reaksi emosional yang berbeda saat membahas kematian bibinya dibandingkan saat membahas kematian Vani.
Ketika membicarakan Vani, ia menangis namun tetap stabil dalam nada bicara.
Baca juga: Sosok Tersangka Pembunuhan WNA Spanyol di Lombok Barat, Jasad Ditemukan setelah 2 Bulan
Sebaliknya, saat membahas bibinya, ia menangis histeris dan suaranya bergetar.
“Perbedaan reaksi ini menjadi petunjuk penting dalam mengungkap motif pelaku,” jelas Punguan.
- Kesaksian yang Berubah-ubah
Radiet mengaku diserang oleh seorang pria tak dikenal yang membawa bambu.
Ia mengklaim sempat diajak bicara sebelum dipukul dan pingsan.
Namun, penyidik menemukan kejanggalan dalam kesaksiannya.
Ia menyebut kondisi saat itu gelap, padahal faktanya masih cukup terang.
Ia juga mengaku disuruh membuka baju oleh pelaku lain, namun ditemukan bercak darah di bajunya sendiri.
Kesaksian Radiet Ardiansyah soal Kejadian di Pantai Nipah
Sebelumnya Radit Ardiansyah (19) asal Kabupaten Sumbawa memberikan kesaksian, terkait insiden yang menimpa dirinya di Pantai Nipah Kabupaten Lombok Utara, Selasa (26/8/2025).
Radit dan pacarnya Made Vaniradya Puspa Nitra (19) diduga menjadi korban kekerasan orang tak dikenal, saat sedang menikmati matahari tenggelam di pantai itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/nipah1111111.jpg)