Rabu, 22 April 2026

1.480 Kasus HIV di Solo Tahun 2025: 15 Adalah Anak Sekolah

Pemerintah diminta agar mewaspadai para pengidap HIV yang sengaja menularkan penyakit ini ke orang lain.

Editor: Erik S
Hello Sehat
ILUSTRASI - 15 anak sekolah di Kota Solo, Jawa Tengah, dikabarkan telah terinfeksi  Human Immunodeficiency Virus (HIV). 

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - 15 anak sekolah di Kota Solo, Jawa Tengah, dikabarkan telah terinfeksi  Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Virus HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dengan menghancurkan sel CD4, yaitu sel darah putih penting untuk melawan infeksi dan penyakit. Jika tidak diobati, HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome).

Direktur Yayasan Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM) Solo Rahayu Purwaningsih pun meminta agar kerahasiaan data pribadi mereka dijaga agar tidak mendapat stigma dan diskriminasi.

Baca juga: Warga Solo Geger Kemunculan Grup Gay di Medsos, Anggotanya Sulit Diidentifikasi Berpotensi Sebar HIV

“Kita harus memastikan bahwa anak anak yang sudah terinfeksi terinfeksi HIV ini terlindungi rahasianya agar mereka tidak menerima stigma dan diskriminasi karena stigma dan diskriminasi masih kuat. Jangan sampai nanti anak anak ini justru dikeluarkan dari sekolah,” ungkap Rahayu, saat dihubungi Selasa (23/9/2025).

Ia juga meminta agar mereka dipastikan telah mendapatkan akses pengobatan yang memadai. 

Dengan begitu HIV yang diderita bisa terkontrol dan tidak terjangkiti penyakit penyerta.

“Kita pastikan bahwa anak-anak ini bisa mendapatkan akses pengobatan, dia tidak mengalami kekerasan pada saat orang tuanya tahu. Misalkan karena justru itu nanti menghambat anak ini tidak mendapatkan pengobatan, kemudian mengalami penyakit penyakit penyerta,” jelas Rahayu.

Menurutnya, orientasi seksual seseorang perlu dihormati. Berbagai pihak tidak perlu menghakimi seseorang karena mengidap penyakit ini.

Sebab, bisa jadi ia merupakan korban dari orang lain yang lalai dan menularkan penyakit ini.

“Karena kemudian kita juga harus merefleksikan. Sebetulnya apakah anak anak ini berangkat dari korban, misalkan dia korban, kekerasan seksual dari orang orang yang sudah terinfeksi HIV. Saya tidak ingin melihat lebih jauh tentang orientasi seksual karena kami menghormati apapun pilihan orientasi seksual seseorang,” tutur Rahayu.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar mewaspadai para pengidap HIV yang sengaja menularkan penyakit ini ke orang lain.

Baca juga: Sosok FE, Dokter Gadungan di Bantul Tipu Pasien Rp538 juta, Hanya Lulusan SMA, Vonis Korban Kena HIV

“Jangan sampai menjadi pelaku, karena kayak sakit hati kemudian dia menularkan HIV-nya itu pada orang lain. Ini juga harus dimitigasi saya rasa,” tutur Rahayu.

Menurutnya, saat ini layanan pengobatan HIV sudah tersedia.

Hanya, saja, jaminan kerahasiaan data perlu benar-benar menjadi perhatian agar orang yang ingin berobat tidak perlu khawatir datanya akan tersebar.

“Semua puskesmas bisa memberikan layanan pengobatan HIV termasuk di beberapa rumah sakit. Bagaimana kemudian pemerintah dalam hal ini nakes memberikan jaminan kerahasiaan. Khawatirnya nanti justru berdampak pada terbukanya status HIV seseorang,” jelas Rahayu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved