Senin, 13 April 2026

Detik-Detik Pria di Desa Amol TTU Bacok Istri, Ipar dan Ponakan hingga Menewaskan 3 Orang

Tangis haru keluarga pecah di ruang jenazah RSUD Kefamenanu, Selasa (14/10/2025) malam, ketika jenazah korban Emiliana Oetpah dimasukkan ke peti

Editor: Eko Sutriyanto
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
JEMPUT JENAZAH - Keluarga korban saat menjemput jenazah korban di Kamar Jenazah RSUD Kefamenanu, Selasa (14/10/202 

Ringkasan Berita:
  • Landelinus Kuabib (51) tega membacok 4 anggota keluarganya di Dusun Usapi Toko, RT/RW 003/003, Desa Amol.
  • Pelaku membacok istrinya, ipar (istri adik kandung pelaku), serta dua ponakan (anak dari ipar).
  • Akibat pembacokan 3 orang dilaporkan tewas

 

TRIBUNNEWS.COM, KEFAMENANU — Aksi pembacokan brutal terjadi di Desa Amol, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (13/10/2025) sekitar pukul 22.10 WITA.

Landelinus Kuabib (51) tega membacok empat anggota keluarganya di Dusun Usapi Toko, RT/RW 003/003, Desa Amol.

Pelaku membacok istrinya, iparnya (istri adik kandung pelaku), serta dua ponakan (anak dari iparnya tersebut).

Tiga korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu anak berusia 14 tahun berinisial LK mengalami luka berat pada kedua tangannya dan kini menjalani perawatan di RSUD Kefamenanu.

Ketiga korban tewas diketahui bernama: Kristina Nomawa (43);  Emiliana Oetpah (53) dan Bernadeta Kuabib (8).

Jenazah para korban saat ini masih berada di ruang jenazah RSUD Kefamenanu untuk proses lebih lanjut.

Baca juga: Kondisi Polisi di Bogor Korban Pembacokan, Hendak Bubarkan Tawuran Tanpa Seragam Dinas

Kesaksian Warga

Saksi mata Yasintus Talan (51) mengungkapkan, sekitar pukul 18.00 WITA, dirinya bersama pelaku dan sejumlah anggota keluarga sedang berada di sebuah rumah duka di Desa Amol.

Tak lama kemudian, ia menerima kabar bahwa pelaku terlibat cekcok dengan istrinya.

“Saya langsung ke lokasi. Saat tiba, saya lihat dua korban sudah terkapar bersimbah darah dan tak bernyawa,” ujar Yasintus, Selasa (14/10/2025).

Ia juga menemukan korban LK (14) dengan luka parah di bagian tangan.

Korban segera dievakuasi ke RSUD oleh Panit Intelkam Polsek Miomaffo Timur bersama keluarga.

Beberapa saat kemudian, saksi mendapati satu jasad lain di dapur rumah pelaku, yang juga telah meninggal dunia.

Saksi lain, Yuliana Talan (78) — ibu pelaku — mengatakan bahwa sore hari sebelum kejadian, ia sempat pulang dari rumah duka dan tertidur.

“Tidak lama saya dengar teriakan. Saya keluar, tegur anak saya, tapi dia diam. Tiba-tiba dia pukul bahu saya pakai parang,” tutur Yuliana. Ia mengaku langsung lari menyelamatkan diri dari amukan pelaku.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved