Kelompok Bersenjata di Papua
Tangis Kekasih Pecah Lepas Kepergian Perwira TNI yang Tewas Didor KKB, Rencana Nikah Batal
Dea menangis di pemakaman Kopda (Anumerta) Amin Nurohman yang gugur ditembak OPM, rencana pernikahan mereka pun sirna tragis.
Salah satu dari keluarga tak kuasa menahan haru hingga pingsan saat prosesi tabur bunga.
Bambang Sujarwo selaku Danrem 072/Pamungkas beserta keluarga besar TNI AD mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Kopda (Anumerta) Amin Nurohman.
"Upacara (secara militer) ini sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan atas jasa dan pengorbanan almarhum bagi bangsa dan negara," kata Bambang, seusai pemakaman.
Dia menuturkan, Amin meninggal dunia saat terlibat kontak senjata dengan OPM di Papua.
Saat ditanya luka tembak yang dialami Amin, dia tidak tahu persis karena tidak sempat melihat jenazah.
Akan tetapi, kata dia, tembakan itu mengakibatkan Amin meninggal dunia.
Menurutnya, Amin merupakan prajurit yang baik, jujur, loyal dan profesional.
Sebagai bentuk penghargaan, pangkat Amin dinaikkan satu tingkat lebih tinggi dari semula Praka menjadi Kopda (Anumerta).
Diketahui Amin telah bertugas di Papua selama dua bulan.
Amin gugur saat penugasan yang ketiga kalinya di Papua.
Sebelumnya Amin pernah bertugas di Papua, pada 2021 dan 2022.
Kronologi Penembakan
Peristiwa penyerangan terjadi sekitar pukul 13.30 WIT.
Saat itu Tm Satgas sedang berinteraksi dengan masyarakat.
Tanpa peringatan, Kelompok TNPB/OPM Kodap IV Sorong Raya yang dipimpin Demi Moss melepaskan tembakan ke arah personel TNI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dea-kekasih-Kopda-Anumerta-Amin-Nurohman-tak-kuasa-menahan-tangis.jpg)