Suasana Terkini Jelang Sidang Paripurna DPRD Bahas Pemakzulan Bupati Pati
Ribuan polisi siaga, kawat berduri dipasang jelang sidang pemakzulan Bupati Pati Sudewo yang dijadwalkan usai salat Jumat.
Dia mempertanyakan maksud dari pengamanan super ketat ini.
"Apakah kami dianggap sebagai teroris yang akan membikin kerusuhan? Tidak. Kami bukan mau bikin rusuh. Kami mau mengamankan. Supaya kejadian kemarin (2 Oktober) saat ada preman-preman dikerahkan, sampai saya dianiaya, tidak terjadi lagi. Kami takut preman-preman itu dikerahkan lagi untuk menggagalkan sidang paripurna hari ini," jelas dia.
Untuk diketahui, pada kesempatan kali ini, Teguh Istiyanto mengenakan kaus bergambar Prabowo-Gibran. Ketika ditanya apakah ada maksud khusus, dia mengatakan tidak ada.
"Cuma kebetulan belum diantarkan baju ganti dan tadi adanya baju ini," kata dia.
Polisi Minta Massa Tertib
Polresta Pati menerjunkan sebanyak 3.379 personel untuk mengamankan jalannya sidang paripurna hak angket DPRD Pati terkait pemakzulan Bupati Pati, Jumat (31/10/2025) siang.
Pengamanan ini demi menjaga jalannya sidang pripurna dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan, dalam pengamanan aksi pengawalan sidang paripurna pihaknya telah menempatkan sejumlah personel kepolisian di sejumlah titik. Mulai dari depan Gedung DPRD Pati, depan Kantor Bupati Pati, dan sejumlah jalan masuk ke area Alun-alun Pati.
Dalam pengamanan ini polisi juga memasang kawat berduri di depan Gedung DPRD Pati dan depan Kantor Bupati Pati. Akses menuju Alun-alun juga ditutup. Sejumlah polisi berjaga dan mengarahkan warga untuk melewati jalur alternatif yang ada di sekeliling Alun-alun.
"Kami setelah selesai melaksanakan apel kesiapan dalam rangka sidang paripurna. Dari AMPB (Aliansi Masyarakat Pati Bersatu) yang sudah bersurat mereka akan hsdir mengawal dalam rangka pelaksanaa sidang paripurna," kata Jaka.
Dalam paripurna kali ini, massa dari AMPB rencananya akan ikut mengawal. Diperkirakan akan hadir 1.000 sampai 2.000 orang. Konfirmasi kehadiran tersebut telah diberitahukan kepada pihak kepolisian.
Jaka menjamin keselamatan massa yang akam hadir sejak keberangkatan sampai lokasi di sekitar Akun-alun Pati.
Dalam pengamanan ini, kepolisian juga dibantu dari instansi lain, mulai dari dinas kesehatan, dinas perhubungan, sampai aparat TNI. Dalam pengamanan ini juga sudah terparkir sejumlah ambulans di sekeliling Alun-alun Pati.
"Kami dari pihak kepolisian sudah melaksanakan persiapan pengamanan sterilisasi baik dari Kantor DPRD, ruang paripurna, ruang sidang paripurna gedung DPRD, sekitar kantor bupati dan Alun-alun yang akan dijadikan titik kumpul," kata Jaka.
Jaka berharap, kelompok dari AMPB yang hadir ikut mengawal jalannya paripurna bisa menerima apa pun hasilnya dengan lapang dada. Massa yang hadir juga diharapkan tidak tersulut provokasi yang bisa merugikan warga lainnya.
"Kami berharap kelompok yang hadir DPRD nanti apapun hasil keputusan sidang paripurna menerima dengan lapang dada, kepala dingin sehingga tidak terpancing emosi yang tidak tersulut provokasi dan juga arah-arah kelompok yang akan merugikan kelompok masyarakat yang lain, merusak membakar tidak melakukan penyerangan pada petugas dan tidak merusak fasilitas umum," katanya.
Terbaru, kata Jaka, kelompok pro Bupati Pati Sudewo dikabarkan batal untuk hadir. Sebelumnya kelompok pro Sudewo dikabarkan akan hadir sekitar 700 orang. Sepanjang jalannya sidang paripurna, Jaka berharap massa yang hadir bisa tertib.
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Polisi-memasang-kawat-berduri-di-depan-Gedung-DPRD-Pati.jpg)