Dosen Untag Semarang Meninggal
Sudah 8 Hari Belum Ada Tersangka: AKBP Basuki Masih Saksi Kunci, Istrinya Ikut Terseret
8 Hari Berlalu AKBP Basuki Belum Tersangka, Malah Istrinya Ikut Terseret Kasus Tewasnya Dosen Untag Semarang.
"Kami membenarkan bahwa AKBP B ini satu hari sebelum saudari D meninggal sempat dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pengobatan," jelas Artanto.
Hasil rekam medis menyebut tekanan darah Levi 190 dan kadar gulanya 600. Levi juga mengonsumsi obat-obatan dari dokter di rumah sakit.
"Setelahh dilakukan pengobatan di rumah sakit tentunya telah diberikan obat-obat tertentu," kata Kombes Pol Artanto.
Sebelumnya Levi ditemukan tewas tanpa busana di kamar kostel di kawasan Jalan Telaga Bodas Raya, Gajahmungkur, Semarang pada Senin (17/11/2025), sekitar pukul 05.40 WIB. AKBP Basuki menjadi orang pertama yang mengetahui kematian Levi.
Hingga terungkap ternyata selama ini keduanya bahkan tinggal bersama di sebuah kamar hotel kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang.
Sebelum tewas tanpa busa dalam kamar hotel, Levi pernah bercerita perihal status hubungan AKBP Basuki dengan sang istri.
"Karena dia pernah bilang 'lho polisi itu punya istri apa gak ?'. 'Punya, tapi sudah pisah', bukan cerai," kata Kastubi.
Selain sudah memiliki istri, Levi dan Basuki juga memiliki rentang usia cukup jauh.
Dwinanda Linchia Levi berusia 35 tahun, sedangkan AKBP Basuki sudah 56 tahun.
Perbedaan usia ini pun pernah dibahas oleh Kastubi pada Levi.
"'Wo iki sopo ?'. 'Pacarku'. Terus aku bilang, 'kok tua ?'. Dia ketawa," katanya,
Dugaan sementara dosen Semarang Dwinanda Linchia Levi meninggal karena sakit.
Istri AKBP Basuki hingga kini belum muncul ke hadapan publik.
Hubungan ibu satu anak itu dengan Basuki pun kini menjadi tak jelas.
Pasalnya sejak pacaran dengan dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi, AKBP Basuki mengaku sudah berpisah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/8-hari-belum-ada-tsk-dosen-untag-semarang.jpg)