Senin, 18 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Banjir di Sumatra: Warga Aceh Singkil Terjebak di Sawit, Pelajar SMA/SMK Sumut Diliburkan

Banjir Sumatra: Warga terjebak di pohon sawit, sekolah SMA/SMK di Sumut diliburkan, ribuan mengungsi.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
/Saddam
BANJIR DAN LONGSOR - Orang-orang mendorong kendaraan untuk menerobos banjir di Medan, Sumatera Utara, Indonesia, 27 November 2025. Sri Wahyuni ??Pancasilawati, kepala penanganan darurat, peralatan, dan logistik di Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Utara, mengatakan kepada Xinhua melalui telepon pada hari Kamis bahwa 29 orang tewas setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. (Photo by Saddam/Xinhua) 

Di tanaman sawit itukah warga bertahan, hingga akhirnya melintas rombongan Bupati Aceh Singkil, Safriadi.

"Mereka hendak menyeberang dengan melintasi derasnya arus sungai, namun sangkut di pohon kepala sawit," kata Zulkarnain yang ikut dalam rombongan Bupati Aceh Singkil

Pelajar SMA/SMK Diliburkan

Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga mengatakan, aktivitas belajar mengajar SMA/SMK dan SLB yang terdampak banjir dan longsor diliburkan. sementara.

Dikatakannya, pihaknya sudah membuat surat edaran untuk seluruh cabang dinas pendidikan di Sumut.

Namun, untuk sekolah yang tidak terdampak banjir dan longsor tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar.   

"Jadi kita sudah buat surat edaran untuk seluruh cabang dinas dan seluruh sekolah, artinya metode proses belajar mengajar ini kita sesuaikan, jadi untuk sekolah-sekolah yang satuan pendidikan yang terdampak tentu diberlakukan dengan metode daring atau belajar secara offline di rumah," jelasnya di Kantor Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga di Kantor DPRD Sumut, Jumat (28/11/2025). 

Dikatakannya, untuk pihak-pihak sekolah yang tidak banjir, diminta untuk berkoordinasi dengan cabang Dinas Pendidikan masing-masing. 

"Tapi untuk satuan pendidikan yang tidak terdampak bencana alam, ini tetap melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa, jadi dikembalikan ke satuan pendidikan yang memang memahami kondisi wilayah masing-masing tapi tetap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan melalui Cabang Dinas Pendidikan," ujarnya. 

Langkah ini diambil sampai situasi normal kembali. Termasuk juga mengikuti status tanggap bencana darurat di Sumut. 

"Sampai situasi ini normal, kita tahu status tanggap bencana darurat dalam dua minggu ke depan, kita lihat perkembangan sampai hari Minggu, kalau Senin ini kondisi sudah mulai normal tentu akan kita mulai proses belajar mengajar seperti biasa," ungkapnya. 

Dijelaskannya, jika sejauh ini dia mendapat informasi jika dua orang meninggal dunia, terdiri dari satu siswa dan satu guru. Mereka meninggal saat di rumah dan menjadi korban di Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. 

"Sejauh ini informasi yang kami dapat ada satu siswa dan satu guru meninggal dunia akibat banjir di Batang Toru," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved