Banjir Bandang di Sumatera
Banjir di Sumatra: Warga Aceh Singkil Terjebak di Sawit, Pelajar SMA/SMK Sumut Diliburkan
Banjir Sumatra: Warga terjebak di pohon sawit, sekolah SMA/SMK di Sumut diliburkan, ribuan mengungsi.
Di tanaman sawit itukah warga bertahan, hingga akhirnya melintas rombongan Bupati Aceh Singkil, Safriadi.
"Mereka hendak menyeberang dengan melintasi derasnya arus sungai, namun sangkut di pohon kepala sawit," kata Zulkarnain yang ikut dalam rombongan Bupati Aceh Singkil
Pelajar SMA/SMK Diliburkan
Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga mengatakan, aktivitas belajar mengajar SMA/SMK dan SLB yang terdampak banjir dan longsor diliburkan. sementara.
Dikatakannya, pihaknya sudah membuat surat edaran untuk seluruh cabang dinas pendidikan di Sumut.
Namun, untuk sekolah yang tidak terdampak banjir dan longsor tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar.
"Jadi kita sudah buat surat edaran untuk seluruh cabang dinas dan seluruh sekolah, artinya metode proses belajar mengajar ini kita sesuaikan, jadi untuk sekolah-sekolah yang satuan pendidikan yang terdampak tentu diberlakukan dengan metode daring atau belajar secara offline di rumah," jelasnya di Kantor Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga di Kantor DPRD Sumut, Jumat (28/11/2025).
Dikatakannya, untuk pihak-pihak sekolah yang tidak banjir, diminta untuk berkoordinasi dengan cabang Dinas Pendidikan masing-masing.
"Tapi untuk satuan pendidikan yang tidak terdampak bencana alam, ini tetap melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa, jadi dikembalikan ke satuan pendidikan yang memang memahami kondisi wilayah masing-masing tapi tetap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan melalui Cabang Dinas Pendidikan," ujarnya.
Langkah ini diambil sampai situasi normal kembali. Termasuk juga mengikuti status tanggap bencana darurat di Sumut.
"Sampai situasi ini normal, kita tahu status tanggap bencana darurat dalam dua minggu ke depan, kita lihat perkembangan sampai hari Minggu, kalau Senin ini kondisi sudah mulai normal tentu akan kita mulai proses belajar mengajar seperti biasa," ungkapnya.
Dijelaskannya, jika sejauh ini dia mendapat informasi jika dua orang meninggal dunia, terdiri dari satu siswa dan satu guru. Mereka meninggal saat di rumah dan menjadi korban di Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
"Sejauh ini informasi yang kami dapat ada satu siswa dan satu guru meninggal dunia akibat banjir di Batang Toru," jelasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Banjir-dan-Longsor-Kepung-Aceh-Sumut-Hingga-Sumbar_20251128_144155.jpg)