Senin, 18 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

7 Kisah Pilu Banjir dan Longsor Aceh–Sumut–Sumbar: Evakuasi Korban Pakai Drum di Atas Sungai

Banjir & longsor Sumatra tewaskan 303 orang, 279 hilang. Evakuasi dramatis pakai drum jadi sorotan.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
/Gatha Ginting
KORBAN BANJIR - Evakuasi dramatis korban banjir Sumatra, warga gunakan drum dan tali baja di sungai berarus deras. (Photo by Gatha Ginting/Xinhua) 

Ringkasan Berita:
  • 303 tewas, 279 hilang, lebih dari 50 ribu jiwa mengungsi akibat banjir di Sumatra
  • Warga Bireuen gunakan drum plastik & tali baja untuk seberangkan orang dan logistik.
  • Aceh Utara lumpuh, di mana kampung tenggelam dua meter, warga bertahan di pinggir jalan nasional tanpa bantuan.
  • Polri temukan anak hilang di Sibolga, Bhayangkari menyusui bayi terpisah dari ibunya.
  • Empat hari tanpa listrik & sinyal, warga Medan Marelan cemas penjarahan di tengah banjir.

TRIBUNNEWS.COM - Tragedi banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyisakan kisah pilu. 

Jumlah korban terbaru banjir dan longsor di Sumatra hingga 29–30 November 2025 mencapai lebih dari 303 orang meninggal dunia, dengan sekitar 279 orang masih hilang. Lebih dari 50.000 jiwa mengungsi di posko resmi dan mandiri.

Daerah terdampak meliputi 

Aceh

Pidie, Meureudu, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Tamiang

Sumatera Utara

Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Langkat

Sumatera Barat

Padang, Pauh, Gunung Nago, Kabupaten Agam (Malalak, Matur, Tanjung Raya, Palupuh, Palembayan).

Bencana itu terjadi, karena curah hujan ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar.

Selain itu, terjadi juga kerusakan lingkungan berupa deforestasi, alih fungsi lahan, dan lemahnya tata ruang.  

Situasi diperparah karena topografi curam di wilayah Sumbar dan Aceh yang rentan longsor

Berikut ini 7 Kisah Pilu Banjir dan Longsor Aceh–Sumut–Sumbar

Aceh Utara Masih Terendam, Warga Mengungsi di Pinggir Jalan Nasional

Sejumlah kampung di Kabupaten Aceh Utara hingga kini masih terendam banjir dengan ketinggian air mencapai dua meter.

Mirisnya, ratusan warga terpaksa mengungsi di pinggir jalan nasional Banda Aceh–Medan tanpa pasokan bantuan memadai.

Keuchik Alue Gunto, Kecamatan Syamtalira Aron, M Umar, mengatakan sekitar 120 kepala keluarga sudah empat malam bertahan di tenda darurat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved