VIRAL Video Cewek Joget di Candi Borobudur, Pengelola Ingatkan Etika Wisata
Viral joget di puncak Borobudur picu kritik, sementara vandalisme dan noda permen karet jadi tantangan pelestarian situs budaya.
Ringkasan Berita:
- Video viral seorang perempuan berjoget di puncak Candi Borobudur memicu kritik warganet dan dianggap tidak pantas di situs suci.
- Selain itu, vandalisme berupa coretan dan ribuan noda permen karet menjadi tantangan pelestarian candi.
- Ahli menekankan edukasi pengunjung dan kesadaran kolektif penting untuk menjaga warisan budaya dunia ini.
TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG – Sebuah video viral memperlihatkan seorang perempuan berjoget di puncak Candi Borobudur, memicu kritik warganet karena dianggap tidak pantas dilakukan di situs warisan dunia.
Video itu diunggah oleh akun TikTok chantalajah dan menyebar melalui akun Instagram @borobudur_news pada akhir November 2025.
PT Taman Wisata Borobudur (TWB) menyatakan akan menelusuri pembuat konten dan meminta video segera dihapus.
Stakeholder Management & Legal Division Head TWB, Ridwan Fauzi menegaskan, pihaknya akan memberikan teguran dan menindaklanjuti pemilik akun agar melakukan take down.
Menurutnya, kebijakan tegas ini penting untuk menjaga etika kunjungan sekaligus memastikan aktivitas wisata tidak melanggar norma di kawasan candi.
Dari perspektif agama, Ketua Majelis Nyingma Indonesia (MUNI), Lama Rama Santoso Liem, menyoroti aspek Buddhis dan etika kemanusiaan.
Baca juga: Komisi X Soroti Carut-Marut Pengelolaan Borobudur: Regulasi Tumpang Tindih, Pelestarian Terganggu
“Dari sudut pandang Buddhis, hukum karma berlaku; apa yang ditanam, itulah yang akan dituai. Secara budaya, perilaku seperti ini tidak layak dilakukan di ruang publik, apalagi di lokasi suci. Tindakan itu tidak memberi teladan yang baik dan hanya untuk sensasi,” ujarnya.
Pemilik akun TikTok chantalajah sendiri telah meminta maaf.
"Maaf atas sikap saya di Borobudur. Saya belajar dan akan lebih menghormati," tulis chantalajah.
Vandalisme dan Noda Permen Karet
Kasus viral joget ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Candi Borobudur menghadapi masalah vandalisme yang serius.
Balai Konservasi Borobudur (BKB) mencatat sekitar 3.000 noda permen karet menempel di batuan candi, terutama di teras dan stupa.
Kepala BKB, Tri Hartono, mengatakan noda ini sulit dihilangkan karena menempel erat pada batuan kuno, sehingga pembersihan harus dilakukan manual atau menggunakan larutan kimia khusus dengan risiko mengikis permukaan batu.
Vandalisme lain, seperti coretan, sebenarnya sudah menurun sejak 2018, tetapi masalah utama tetap pada permen karet yang terus muncul akibat tingginya jumlah pengunjung, yang mencapai hampir 4 juta orang per tahun.
Untuk mengurangi risiko kerusakan, pengunjung dibatasi hingga lantai 8, sementara lantai 9 dan 10 dilarang diakses.
Dampak dan Edukasi
Dosen Arkeologi Universitas Gadjah Mada, Andi Putranto, menyebut noda permen karet sebagai masalah yang umum di situs cagar budaya di berbagai negara.
“Sisa permen karet termasuk sampah yang berdampak pada estetika dan dapat merusak permukaan batuan jika tidak segera dibersihkan. Proses pembersihan pun harus dilakukan sangat hati-hati, terutama jika permen karet sudah mengeras,” ujarnya.
Andi menekankan pentingnya edukasi kepada pengunjung agar selalu menaati tata tertib dan menjaga kebersihan situs.
Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya), Jhohannes Marbun, menambahkan bahwa perlindungan cagar budaya memerlukan kesadaran kolektif masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait lainnya.
“Borobudur sebagai warisan budaya dunia harus dikelola sesuai standar internasional. Publik perlu sadar bahwa heritage harus dilestarikan dan dilindungi,” tegas Marbun.
Rendahnya perhatian terhadap cagar budaya di Indonesia menunjukkan perlunya langkah lebih tegas dan kolaboratif. Selain pemerintah, BUMN, dan pengelola, masyarakat juga harus dilibatkan agar Borobudur tetap lestari.
Langkah preventif, seperti pembatasan akses, edukasi pengunjung, dan pengawasan ketat, menjadi kunci untuk memastikan kelestarian candi dalam jangka panjang.
“Momentum ini penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa cagar budaya adalah aset yang harus dijaga bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi seluruh masyarakat harus aware terhadap nilai dan pentingnya pelestarian Borobudur,” tutup Marbun. (Tribun Jogja/Rendika Ferri K/Yuwantoro Winduajie)
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Viral Pengunjung Joget di Puncak Candi Borobudur, Pengelola Minta Video Diturunkan dan Duh! Tak Cuma Coretan, Candi Borobudur Juga Penuh Noda Permen Karet
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Candi-Borobudur-Kabupaten-Magelang.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.