Sabtu, 18 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Ribuan Pakaian Baru dan Sembako Disalurkan ke Korban Bencana di Sumatra

19 ribu pakaian baru beserta paket sembako dikirimkan ke Sumatra untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Erik S
HO/IST/Istimewa/HO
BANTUAN KOBAN BENCAN- Relawan menyalurkan pakaian baru dan sembako untuk korban banjir di Sumatra, Desember 2025 

Ringkasan Berita:
  • Bencana banjir dan longsor di Sumatra menimbulkan dampak besar dengan 1.112 korban tewas, 176 orang hilang, dan hampir 500 ribu jiwa masih mengungsi. 
  • Situasi darurat ini memantik kepedulian lintas sektor: PT Eigerindo menyalurkan 19 ribu pakaian baru dan sembako, sementara pemerintah melalui Mendagri Tito Karnavian memastikan distribusi 106 ribu pakaian baru dari perusahaan garmen.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bencana banjir di Sumatra memantik kepedulian lintas sektor. Ribuan pakaian dan sembako dikirimkan ke pengungsian untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas.

Berdasarkan data korban bencana terkini pada Selasa (23/12/2025), Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan jumlah korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor Sumatera mencapai 1.112 korban tewas. 

Sementara itu, sebanyak 176 orang masih dinyatakan hilang dan saat ini masih terus dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan yang berada di tiga provinsi, di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatea Barat.

Baca juga: 5 Bantuan Asing yang Hanya Boleh Diterima Pemerintah Indonesia, Istana: Tapi, Harus Dikaji Dulu

Untuk jumlah pengungsi, per hari ini masih ada 498.447 jiwa yang masih tinggal di posko pengungsian. 

Dari jumlah tersebut, ada beberapa pengungsi yang sudah kembali ke rumah dan sebagian mereka memilih tinggal di rumah kerabat untuk sementara waktu. 

Untuk membantu korban bencana, PT Eigerindo Multi Produk Industri menyalurkan 19 ribu pakaian baru beserta paket sembako untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas.

Direktur PT Eigerindo, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap situasi darurat yang dihadapi masyarakat. 

“Dalam kondisi seperti ini, kebutuhan dasar menjadi hal yang paling mendesak. Kami menyalurkan bantuan agar dapat meringankan beban para penyintas,” ujarnya, Selasa (23/12/2025).

Bantuan tahap awal diberangkatkan sejak awal Desember melalui Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, menuju Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Distribusi dilakukan bertahap dengan melibatkan relawan serta mitra di lapangan agar tepat sasaran.

Baca juga: Dari Aceh Tamiang, Mendagri Bertolak ke Aceh Timur Serahkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak

Selain itu, Eigerindo berkolaborasi dengan berbagai pihak lintas sektor, termasuk WWF, National Geographic, Atjeh Connection, Kitabisa, BenihBaik, dan Gerakan Anak Negeri. 

Dari unsur pemerintahan, kerja sama dilakukan bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Kemenko PM, Kemenko PMK, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memastikan sebanyak 106.000 potong pakaian baru akan segera disalurkan kepada warga terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera. 

Bantuan tersebut berasal dari perusahaan-perusahaan garmen di Indonesia yang menyatakan kesediaannya membantu para korban.

“Salah satunya Daehan Global dari Sukabumi. Tadinya kami berpikir pakaian yang disumbangkan adalah produk reject. Ternyata mereka memberikan pakaian baru sejumlah 101.000,” ujar Tito dalam siaran pers, Sabtu (20/12/2025).

Selain itu, perusahaan garmen lain juga menyumbangkan 5.000 helai pakaian dan 2.000 selimut. Tito menegaskan, bantuan ini sangat dibutuhkan karena banyak warga pengungsian hanya memiliki pakaian yang dikenakan saat mengungsi, sementara barang-barang mereka hanyut tersapu banjir atau terendam lumpur.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved