Selasa, 19 Mei 2026

Permasalahan Sampah Tangsel-Serang Banten Bakal Dilakukan Secara Hati-hati

Pemerintah setempat pun memastikan suara warga akan menjadi masukan utama dalam pelaksanaan penyelesaian permasalahan sampah.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
MENUMPUK - Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah di Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (13/12/2025). Penumpukan sampah tersebut terjadi dikarenakan tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, tengah dalam perbaikan sehingga mengganggu proses pengangkutan sampah di beberapa wilayah Tangerang Selatan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan kerja sama penanganan sampah Tangsel dilakukan hati-hati dengan mempertimbangkan dampak lingkungan dan kesehatan warga.
  • Serang menerima bantuan Rp 65 miliar dan retribusi Rp 57 miliar per tahun yang diprioritaskan untuk kompensasi, layanan kesehatan, dan infrastruktur warga terdampak.
  • Kerja sama ini juga mendukung operasional PSEL Serang agar sampah dapat diolah menjadi energi listrik secara berkelanjutan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Permasalahan krisis sampah dari wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) dipindahkan ke tempat pembuangan sampah akhir Cilowong, Serang, Banten dipastikan penuh dengan kehati-hatian dan rasa kemanusiaan.

Apalagi, banyak warga sekitar TPSA Cilowong yang sebelumnya merasa khawatir adanya pemindahan sampah dari Tangsel ke wilayah tersebut.

Mulai dari dampak lingkungan, seperti bau maupun potensi pencemaran.

Baca juga: Dinas Lingkungan Hidup Catat Sampah Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta Capai 91,4 Ton

Untuk itu, pemerintah setempat pun memastikan suara warga akan menjadi masukan utama dalam pelaksanaan penyelesaian permasalahan sampah dari kerja sama antara Tangsel dengan Serang ini.

"Kami mendengar suara masyarakat. Kekhawatiran soal dampak lingkungan, kesehatan, dan kenyamanan warga adalah hal yang wajar. Pemerintah hadir bersama warga, tidak ada kebijakan yang dijalankan tanpa mempertimbangkan dampaknya," ujar Wali Kota Serang, Budi Rustandi, Kamis (1/1/2026).

Sekedar informasi, Kota Serang dipastikan menerima kucuran bantuan keuangan khusus sebesar Rp 65 miliar dan proyeksi retribusi sebesar Rp 57 miliar per tahun dari Pemkot Tangsel

Budi pun menegaskan, prioritas utama dari dana ini adalah untuk memuliakan dan menjamin kesejahteraan warga terdampak.

"Kompensasi ini kami prioritaskan untuk mengakomodasi keluhan warga, seperti pemberian subsidi dan pelayanan kesehatan gratis. Kami ingin warga merasa tenang dan terlindungi secara medis," jelasnya.

Selain bantuan kesehatan, dana besar ini akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari.

"Dana ini kami kembalikan untuk rakyat dalam bentuk perbaikan jalan kota dan lingkungan, drainase untuk mencegah banjir, pembangunan depo sampah, hingga sarana ibadah agar masyarakat lebih nyaman," tambahnya.

Tak hanya fokus pada kompensasi sosial, hal lain yang akan dilakukan yakni langkah teknis untuk memastikan TPSA Cilowong tetap ramah lingkungan. 

Budi merinci adanya pengadaan alat berat tambahan serta penataan sistem pengolahan limbah.

"Kami akan melakukan modernisasi alat berat untuk penataan sampah. Kami juga membangun sistem pengolahan lindi (air sampah) agar tidak mencemari pemukiman, serta melakukan penanaman pohon penyangga di sekeliling kawasan," kata Budi.

Dia menyebut sinergi ini sebagai bentuk gotong royong antar-daerah di Provinsi Banten untuk mengatasi darurat sampah perkotaan, khususnya di wilayah Tangerang Selatan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved