Permasalahan Sampah Tangsel-Serang Banten Bakal Dilakukan Secara Hati-hati
Pemerintah setempat pun memastikan suara warga akan menjadi masukan utama dalam pelaksanaan penyelesaian permasalahan sampah.
Kerja sama ini juga menjadi kunci bagi kesuksesan Program Strategis Nasional (PSN) berupa Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Serang.
Budi mengungkapkan, kehadiran tambahan sampah dari Tangsel justru menjadi ‘gayung bersambut’ untuk operasional teknologi tersebut.
Saat ini, produksi sampah di Serang baru mencapai 419 ton per hari, sementara mesin PSEL membutuhkan minimal 1.000 ton sampah per hari agar dapat beroperasi secara optimal menghasilkan listrik.
"Kerja sama ini bukan memindahkan masalah, tetapi bagian dari ikhtiar bersama agar pengelolaan sampah menjadi lebih modern dan berkelanjutan. Dengan pasokan yang cukup, kita bisa mengubah masalah sampah menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi semua," tandas Budi.
Sebelumnya, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, penandatanganan perjanjian kerja sama itu dilakukan antar Kepala Dinas Lingkungan Hidup kedua daerah, setelah sebelumnya dirinya bersama Wali Kota Serang Budi Rustandi, lebih dulu melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Penumpukan-Sampah-di-Ciputat-Tangsel_20251213_171944.jpg)