Banjir Bandang di Sumatera
KemenPU Bangun Sabo Dam di Aceh untuk Cegah Aliran Lumpur dan Kayu
Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) berencana membangun sabo dam di sejumlah aliran sungai di Aceh sebagai langkah mitigasi bencana banjir bandang.
Ringkasan Berita:
- Kementerian Pekerjaan Umum berencana membangun sabo dam di sejumlah sungai di Aceh untuk mencegah banjir bandang.
- Sabo dam berfungsi menahan lumpur, batu, dan kayu agar tidak terbawa arus sungai yang deras akibat kondisi geologi dan topografi Aceh yang curam.
- Perencanaan teknis pembangunan ditargetkan selesai dalam tiga bulan, meski sebagian lokasi berada di kawasan hutan lindung.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) berencana membangun sabo dam di sejumlah aliran sungai di Aceh sebagai langkah mitigasi bencana banjir bandang.
Sabo dam adalah bangunan pengendali sedimen dan aliran lahar yang berfungsi menahan material vulkanik, memperlambat arus air, serta menjaga stabilitas dasar dan tebing sungai, terutama di daerah gunung berapi.
Pembangunan ini ditujukan menahan material lumpur dan gelondongan kayu agar tidak terbawa arus sungai.
Baca juga: Dipimpin Dasco, Satgas Pemulihan Bencana DPR dan Pemerintah Kembali Gelar Rakor di Aceh
Direktur Jenderal Bina Marga dan Kasatgas Bencana PUPR Arie Setiadi yang kini menjadi PIC pembangunan sabo dam mengatakan kondisi geologi dan topografi di Aceh membuat sungai-sungai di wilayah tersebut sangat rentan membawa material berbahaya saat debit air meningkat.
"Karena kondisi geologi dan topografi, sungai-sungai di Aceh ini sangat rentan Bapak dan Ibu semuanya, rentan terhadap aliran debris yang mengangkut lumpur, tanah, batu-batu besar dan log-log kayu," ujar Arie dalam Rapat Koordinasi Satga Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Arie menjelaskan, sabo dam tersebut terpaksa dibangun di dalam kawasan hutan lindung karena kemiringan sungai di lokasi sangat curam.
"Untuk meminimalkan risiko ini kita memerlukan sabo dam yang terpaksa harus masuk ke hutan lindung karena di daerah itu kemiringan sungainya sangat curam," tambah dia.
Menurut Arie, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pembangunan sabo dam di kawasan hutan lindung dapat dilakukan.
Dia menyebutkan, proses perencanaan teknis pembangunan sabo dam ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan ke depan.
Baca juga: Ngopi Kebangsaan di Aceh, Dudung Abdurachman Bicara Geopolitik dan Pertahanan Nasional
"Jadi kita kami duduk bersama tidak memerlukan izin lagi, kesepakatan lokasinya di mana dan lain-lain. Jadi insyaallah dalam 3 bulan kami selesaikan desainnya, setelah itu kita menyusun melaksanakan pekerjaannya," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sabo-dam.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.