Minggu, 17 Mei 2026

Berita Viral

Perundungan di Pendidikan Dokter Spesialis Terulang, 2 Kali Terjadi di Kampus yang Sama

Isu perundungan di kampus Unsri Palembang, Sumatera Selatan pernah terjadi pada April 2025 lalu. Dokter konsulen tendang alat vital dokter PPDS

Tayang:
KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNG
KAMPUS UNSRI PALEMBANG- Suasana kampus Unsri Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Isu perundungan di kampus Unsri Palembang, Sumatera Selatan pernah terjadi pada April 2025 lalu. Dokter konsulen tendang alat vital dokter PPDS 

"Selama ini belum pernah ada yang melapor,"

"Kebanyakan peserta PPDS dan perawat yang menerima tindak kekerasan dan perundungan ini tidak mau buka suara," katanya.

"Jika dr Ys dilaporkan dia akan marah dengan korban, jadi para korban ini takut," sambungnya.

Ys pun langsung dinonaktifkan pada 22 April 2025 setelah terbukti melakukan aksi perundungan.

Terjadi Lagi di Tahun 2026

Belum ada satu tahun, kasus perundungan kembali mencuat di Unsri.

Terbaru ini menimpa seorang mahasiswa PPDS Ilmu Kesehatan Mata Unsri di RSMH Palembang.

Seorang mahasiswa junior PPDS berinisial OA (35) diduga jadi korban perundungan oleh seniornya.

Bahkan, diduga korban juga sempat melakukan percobaan bunuh diri hingga keluar dari PPDS Unsri.

Tak hanya dirundung, korban juga disebut diperas oleh seniornya.

Taufiq Marwa selaku Rektor Unsri mengatakan, ternyata kasus ini merupakan kasus pada tahun 2025 lalu.

Ia mengatakan, penyelidikan internal telah berjalan sejak September 2025 lalu.

Baca juga: Isu Perundungan di Program Dokter Spesialis Kembali Mencuat, Unsri Palembang Lakukan Investigasi

"Terkait dugaan perundungan dalam lingkungan PPDS Fakultas Kedokteran Unsri, perlu disampaikan bahwa kami telah mengambil langkah-langkah awal secara institusional," kata Taufiq dikutip dari TribunSumsel.com.

Dalam rangka investigasi internal dari pihak kampus, Satgas Pencegahan dan penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) telah ditugaskan.

"Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memahami konteks permasalahan secara menyeluruh dan berimbang,"

"Selain itu, Fakultas Kedokteran juga telah memberikan pendampingan akademik dan non akademik berupa layanan konseling sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan peserta didik," terang Taufiq.

Dihentikan Sementara

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved