Sabtu, 25 April 2026

136 Desa di Pati Jateng Terendam Banjir: 2 Orang Meninggal Dunia

Bupati Pati, Sudewo mengungkapkan dua orang warga meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di Pati.

Editor: Erik S
Tribunnews.com/TRIBUN JATENG/Mazka Hauzan Naufal
BANJIR DI PATI- Bupati Pati, Sudewo mengungkapkan dua orang warga meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di Pati, Jawa Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir dan longsor melanda 136 desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dan berdampak ribuan warga. 
  • Dua orang dilaporkan meninggal dunia dan ribuan warga masih mengungsi. 
  • Pemerintah daerah dan BNPB fokus pada penanganan darurat serta pemulihan infrastruktur.

TRIBUNNEWS.COM, PATI – 136 desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terdampak luapan air maupun tanah longsor pada Sabtu (17/1/2026).

Bencana banjir dan tanah longsor tersebut mengakibatkan ribuan warga terdampak.

Bupati Pati, Sudewo mengungkapkan dua orang warga meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di Pati.

Baca juga: Jalur Kereta Pekalongan-Sragi Ditutup Imbas Banjir, Ini Daftar Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan

Menurut laporan di akun Instagram resmi Pemkab, BPBD, dan Diskominfo Pati, korban meninggal berasal dari Kecamatan Gunungwungkal dan Dukuhseti.

"Data kemarin sore (16/1/2026), yang terdampak banjir sejumlah 136 desa dan sekitar 78.000 rumah.

Yang terdampak korban jiwa ada dua orang meninggal dunia," ungkap Sudewo saat mendampingi Kepala BNPB menyalurkan bantuan ke dapur umum di Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati, Sabtu (17/1/2026).

Selain adanya korban jiwa, Sudewo memaparkan bahwa saat ini terdapat sekitar 6.800 warga yang masih bertahan di titik-titik pengungsian. 

Pemerintah daerah terus berupaya memenuhi kebutuhan primer para pengungsi, mulai dari bahan pangan, pakaian, hingga tempat berteduh yang layak.

Terkait korban meninggal dunia, Bupati memastikan bahwa pemerintah akan memberikan santunan kepada pihak keluarga.

Mengenai kerusakan fisik, pendataan terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Sudewo menyebut jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan sudah menembus angka 1.000 unit dan diperkirakan masih akan terus bertambah.

"Rumah rusak sekarang sedang didata dan terus berkembang.

Nanti akan kami laporkan kepada Kementerian Perumahan Kawasan Permukiman," tambahnya.

Baca juga: Sebelum Ramadan 2026, MenPU Dody Targetkan Warga Terdampak Banjir Sumatera Sudah Tinggal di Rumah

Saat ini, Pemkab Pati bersama BNPB tengah fokus pada penanganan darurat, termasuk perbaikan tanggul-tanggul vital yang jebol serta pembangunan jembatan darurat untuk menyambung akses transportasi warga yang terputus. 

Langkah Antisipasi BNPB

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto memaparkan tujuh poin penanganan banjir Pati.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved