Minggu, 17 Mei 2026

OTT KPK di Madiun

Jejak Karier Maidi: Dari Guru Geografi hingga Wali Kota Madiun 2 Periode yang di-OTT KPK

KPK OTT Wali Kota Madiun Maidi. 15 orang diamankan, ratusan juta disita. Dugaan fee proyek dan dana CSR mencuat.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews.com
WALI KOTA MADIUN - Wali Kota Madiun Maidi terjaring OTT KPK di Jawa Timur, Senin (19/1/2026). KPK menyita uang ratusan juta rupiah. 
Ringkasan Berita:
  • KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT di Jawa Timur, Senin (19/1/2026). 
  • Sebanyak 15 orang diamankan, 9 dibawa ke Jakarta. 
  • KPK menyita uang ratusan juta rupiah, diduga terkait fee proyek dan dana CSR.

TRIBUNNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wali Kota Madiun, Maidi, di Jawa Timur pada Senin (19/1/2026).

Informasi penangkapan itu disampaikan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

"Benar, hari ini Senin (19/1/2026)” kata dia, pada Senin (19/1/2026). 

KPK menangkap sejumlah 15 orang di wilayah Madiun, Jawa Timur. Sembilan orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Salah satunya Wali Kota Madiun,” ujarnya.

Selain menangkap sejumlah orang, KPK menyita sejumlah barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah.

“Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun,” ujarnya.

Baca juga: Wali Kota Madiun Maidi Kena OTT KPK, Status Hukum Ditentukan 1x24 Jam sesuai KUHAP

Jejak Karier Maidi: Dari Guru Geografi hingga Wali Kota Madiun Dua Periode

Maidi (lahir 12 Mei 1961) adalah politikus dan mantan birokrat Indonesia yang kini menjabat sebagai Wali Kota Madiun periode 2025–2030.

Sebelumnya, ia juga memimpin Kota Madiun pada periode 2019–2024.

Awal Karier

Maidi mengawali perjalanan kariernya sebagai guru Geografi di SMAN 1 Madiun (1989–2002).

Pada 2002, ia dipercaya menjadi Kepala SMAN 2 Madiun, sebelum kemudian diangkat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun.

Setahun berselang, ia menjabat sebagai Penjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Karier birokrasi Maidi terus menanjak. Ia pernah menjabat Kepala Dinas Pendapatan Daerah (2005), kembali memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (2006), hingga akhirnya dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kota Madiun pada 2009.

Jabatan Sekda ia emban hingga 2018, sebelum terpilih sebagai Wali Kota Madiun.

Baca juga: Profil Wali Kota Madiun Maidi, Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Pernah 9 Tahun Jadi Sekda

Program Pemerintahan

Sebagai Wali Kota, Maidi menggagas program Pancakarya, yang mencakup Madiun Kota Pintar, Kota Melayani, Kota Membangun, Kota Peduli, dan Kota Terbuka. Program ini menjadi dasar visi Madiun Kota Pendekar (Pintar, mElayani, membanguN, peDuli, tErbuka, KARismatik).

Ia juga memperkenalkan program tematik seperti Peceland untuk pengembangan kuliner, ikon Madiun Kota Sejuta Bunga, serta program kesehatan Pendekar Obat dan Pendekar Waras saat pandemi COVID-19.

Di bidang pendidikan, ia meluncurkan program pembagian laptop gratis bagi siswa dan guru.

Organisasi

Selain birokrasi, Maidi aktif di organisasi. Ia pernah menjadi pengurus PGRI (2000–2005), Ketua KORPRI Kota Madiun (2009–2018), serta terlibat dalam kepengurusan Pramuka Kwarcab Madiun.

Pendidikan

Maidi menempuh pendidikan dasar di Ngancar (1974), SMP Negeri Plaosan (1977), dan SMA Negeri 3 Madiun (1981).

Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan Geografi dari IKIP Surabaya (1985), Sarjana Hukum dari Universitas Merdeka Madiun (1996), Magister Manajemen dari Universitas Satyagama Jakarta (1999), Magister Pendidikan dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (2002), serta Doktor Administrasi Publik dari Universitas Terbuka Surabaya (2023).

Penghargaan

Atas kiprahnya, Maidi menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha pada 2019.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved