Nasib Pilu Abdul, Kurir Paket di Cianjur Babak Belur Dikeroyok Gara-gara Salah Paham COD
Kurir bernama Abdul Qudus babak belur setelah dikeroyok saat mengantarkan paket di Kampung Cinangka, Desa Mekarmulya, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur.
Setelah melakukan penganiayaan, pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Tangerang. Pelarian itu dilakukan setelah mengetahui dirinya diburu polisi.
"Karena mengetahui sedang diburu oleh Tim Buser Sat Reskrim Bekasi Kota dan dihimbau untuk menyerahkan diri setelah sempat melarikan diri ke daerah Tangerang Kota," ungkapnya, Minggu, 28 September 2025.
Pelaku kini meringkuk di penjara setelah dilakukan penahanan oleh Polres Metro Bekasi Kota.
"Tersangka penganiayaan kurir JnT alias menyerahkan diri ke Polres Metro Bekasi Kota," ujarnya.
Mundur ke bulan Juli 2025, kasus penganiayaan terhadap kurir juga terjadi di Yogyakarta.
Saat itu, seorang seorang pria yang mengaku berlatar belakang pelayaran, melakukan penganiayaan terhadap kurir makanan atau driver ShopeeFood.
Aksi pria berinisial T itu memancing kemarahan komunitas ojek online di Yogyakarta.
Ratusan driver dari berbagai platform pun mendatangi kediaman T yang berada di kawasan Bantulan, Godean, Sleman, pada 5 Juli 2025 sebagai bentuk solidaritas dan protes atas tindakan yang dianggap tidak manusiawi itu.
Pertikaian antara pelanggan dan driver ShopeeFood di Yogyakarta bermula pada Kamis, 3 Juli.
AD (25), driver ShopeeFood, mengantarkan pesanan yang terlambat sekitar lima menit.
Keterlambatan ini disebabkan oleh sistem double order otomatis serta kemacetan lalu lintas akibat adanya kirab budaya.Dalam tugas malam itu, AD ditemani oleh kekasihnya, AM (24), yang kerap ikut mengantar bila tujuan pengantaran berada di lokasi terpencil dan malam hari.
Setibanya di rumah pelanggan, AD disambut dengan nada bicara tinggi dari T dan berujung penganiayaan.
T dan dua anggota keluarganya diamankan pihak kepolisian dan menjalani proses hukum.
(Tribunnews.com/Gilang P)