Senin, 8 Juni 2026

Siswa SD di NTT Meninggal

Sosok Siswa SD Ngada di Mata Kepsek dan Tetangga: Anak Ceria, Tak Disangka Berakhir Begini

YBR (10), siswa SD di Ngada, dikenal ceria dan rajin. Warga terpukul atas kepergiannya yang tak wajar.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • YBR (10), siswa SD di Kampung Dona, Ngada, ditemukan meninggal di pohon cengkeh. 
  • Kepala sekolah dan tetangga mengenangnya sebagai anak ceria, rajin, dan ramah meski hidup dalam keterbatasan ekonomi. 
  • Warga terpukul atas peristiwa tak wajar ini, sementara pemerintah menyampaikan belasungkawa dan santunan kepada keluarga.

TRIBUNNEWS.COM - Kepala SDN Rutojawa, Maria Ngene dan Thadeus Sina, tetangga, mengenang sosok YBR (10), siswa SD di Kampung Dona, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, NTT

YBR ditemukan tewas di pohon cengkeh pada Kamis (29/1/2026). Kepolisian menyatakan dugaan awal mengarah pada tindakan bunuh diri, namun proses penyelidikan masih berlangsung.

Sosok Bocah SD Ngada di Mata Kepsek dan Tetangga

Kepala SDN Rutojawa, Maria Ngene, menyebut YBR merupakan murid yang aktif, rajin, dan cerdas di sekolah.

“Anak ini ceria, rajin, dan cerdas. Tidak menunjukkan hal-hal yang menonjol,” ujar Maria.

Maria menegaskan, selama bersekolah, tidak ada perilaku yang mengarah pada masalah serius. Sosok YBR justru dikenal ramah dan mudah bergaul dengan teman-temannya.

Sekolah Tak Mengetahui Detail Kesulitan Perlengkapan

Maria mengungkapkan, pihak sekolah tidak mengetahui secara rinci bahwa YBR mengalami keterbatasan perlengkapan sekolah seperti buku tulis dan pulpen.

Menurutnya, kondisi personal siswa biasanya lebih banyak dipantau oleh wali kelas masing-masing.

“Saya belum mendapatkan informasi itu. Soal kebutuhan siswa, yang paling tahu itu wali kelas. Apalagi ini awal semester, mungkin dia butuh buku dan pulpen tetapi belum sempat dibelikan,” jelasnya.

Selama ini, kata Maria, YBR tidak pernah mengeluh atau menunjukkan kendala berarti dalam proses belajar mengajar.

“Tidak ada pantauan khusus karena memang tidak ada keluhan. Kami tidak bisa memantau siswa satu per satu secara pribadi,” katanya.

Baca juga: Beda Reaksi Bupati Ngada dan Gubernur Terkait Kematian Murid SD di NTT, Melki Laka Lena Merasa Malu

Uang Sekolah Tetap Dibayar Meski Sering Terlambat

Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, YBR tercatat tetap membayar uang sekolah, meskipun sering terlambat.

Pembayaran biasanya dilakukan oleh ibu atau neneknya melalui bendahara komite sekolah.

“Uang sekolah lancar, walaupun agak terlambat. Entah ibunya atau omanya yang membayar, kami tetap terima,” ungkap Maria.

Atas peristiwa memilukan ini, pihak sekolah menyampaikan duka mendalam sekaligus berkomitmen meningkatkan perhatian terhadap kondisi sosial para siswa.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi kami. Ke depan akan dilakukan pendekatan yang lebih intens kepada siswa agar kejadian serupa tidak terulang,” tutup Maria.

Baca juga: Murid SD di Ngada NTT Akhiri Hidup Diduga Karena Alat Tulis, Bupati: Bisa Jadi Faktor Lain

Tetangga: YBR Anak Energik, Hobinya Main Bola

Sesuai Minatmu
Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved