Program Makan Bergizi Gratis
Di Bogor, Pengusaha Yusuf Hamka Sepakat dengan Prabowo: MBG Ciptakan Lapangan Kerja
Jusuf Hamka sebut MBG dorong UMKM dan lapangan kerja, Prabowo tegaskan program kurangi kesenjangan sosial.
Menurut Babah Alun, penentuan halal dan haram tidak bisa dilakukan secara sembarangan oleh setiap orang. Ia mencontohkan prinsip darurat dalam Islam yang pernah ia pelajari dari Buya Hamka.
“Kalau itu yang menentukan adalah fatwa ulama. Kalau orang-orang, saya pikir nanti semua orang bisa,” katanya.
Jangan Berprasangka Buruk terhadap Program untuk Anak Bangsa
Babah Alun menekankan bahwa MBG merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia.
Karena itu, ia meminta publik tidak berprasangka buruk, apalagi jika ulama dan pemerintah sudah sepakat bahwa program tersebut bertujuan baik.
“Kalau ulama dan umara sudah sepakat bahwa ini baik untuk generasi kita, kenapa kita harus berprasangka? Janganlah kita berapriori,” tutupnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan proses dan tidak selalu berjalan dalam kondisi sempurna sejak awal.
“Negeri ini sedang membangun. Membangun ini butuh segala sesuatu, tentunya bukan segala sesuatu yang sempurna,” pungkas Babah Alun.
Prabowo: Program MBG Kurangi Kesenjangan dan Buka Lapangan Kerja
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam mengurangi ketimpangan sosial dan membuka lapangan kerja di daerah.
Hal itu disampaikan saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Prabowo menyebut laporan dari sejumlah kepala daerah menunjukkan MBG mampu menurunkan gini ratio, indikator kesenjangan antara kaya dan miskin.
“Kepala daerah yakin manfaat MBG karena mengurangi kesenjangan. Itu diukur dari gini ratio, gini ratio berkurang,” ujarnya.
Selain itu, MBG juga menciptakan lapangan kerja baru. Satu dapur SPPG disebut mampu menyerap hingga 50 tenaga kerja, memberi penghasilan bagi keluarga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan.
Prabowo mengakui program ini sempat diragukan dan bahkan diejek oleh kalangan terdidik. Namun ia menegaskan MBG adalah program penting bagi mayoritas rakyat Indonesia.
“Makan bergizi gratis mungkin tidak penting bagi orang berada, tapi sangat diperlukan oleh mayoritas rakyat,” tegasnya.
Meski banyak yang pesimis, Prabowo yakin MBG berada di jalur yang benar dan akan membawa manfaat besar bagi masyarakat.
Berita Terkait
Baca juga: Begini Skema Program MBG saat Bulan Ramadan hingga Libur Lebaran
Baca juga: Dari Bilah Parang ke Pisau Dapur: Kisah Mantan Narapidana Frederick Norewa di Dapur MBG
Baca juga: Menguji Tiga Konsep dan Strategi Presiden Prabowo untuk Pemberantasan Kemiskinan: SR, KMP, dan MBG
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/babah-alun-berbagiiii.jpg)