Rabu, 15 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

BGN: Kasus Warga Keracunan di Purworejo Bukan karena MBG

Badan Gizi Nasional menyebut kasus keracunan di Purworejo tidak disebabkan oleh program MBG.

TRIBUNSOLO.COM/NAUFAL HANIF
KERACUNAN - Foto ilustrasi keracunan. Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan kejadian puluhan warga yang mengalami gejala keracunan di Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, bukan karena program Makan Bergizi (MBG). 
Ringkasan Berita:
  • Puluhan warga di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengalami gejala keracunan.
  • Badan Gizi Nasional mengatakan kasus keracunan itu tidak disebabkan oleh program MBG.
  • Warga disebut mengalami keracunan setelah menyantap makanan pada acara kenduri.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan kejadian puluhan warga yang mengalami gejala keracunan di Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, bukan karena program Makan Bergizi (MBG).

Dari informasi yang beredar, kasus keracunan pada warga disebabkan oleh konsumsi makanan yang dibuat oleh dapur MBG.

Namun, Kepala Regional Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Jawa Tengah Reza Mahendra menegaskan setelah ditelusuri, peristiwa ini tidak berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik BGN.

"Kegiatan tersebut merupakan acara kenduri masyarakat dengan konsumsi dari katering yang dipesan secara mandiri,” ujar dia dikonfirmasi dari Biro Humas dan Hukum BGN, Selasa (17/2/2026).

Ia menjelaskan kronologi peristiwa keracunan tersebut.

Awalnya warga hadir dalam acara kenduri/selamatan Ruwahan pada Minggu (15/2/2026). Sehari setelah acara, sejumlah warga mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, dan pusing.

Menu yang disajikan saat kenduri berupa antara lain nasi putih, sambal goreng tempe, sambal goreng ampela ati, perkedel kentang, ayam goreng, dan telur puyuh.

"Laporan kronologis menunjukkan makanan yang dikonsumsi berupa nasi kotak hasil pemesanan dari katering RM H. Dargo Purworejo," urai Reza.

Beberapa warga menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat, sementara puluhan lainnya telah diperiksa dan dinyatakan membaik.

Penanganan medis dilakukan oleh tenaga kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, termasuk pemantauan dan identifikasi awal terhadap dugaan sumber makanan.

Masyarakat diimbau tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Baca juga: Ini Menu MBG yang Diperbolehkan dan Tidak Boleh Disajikan Selama Bulan Ramadan

“Klarifikasi ini penting untuk meluruskan pemberitaan yang beredar," tambahnya.

Pihaknya mendukung proses investigasi oleh Dinas Kesehatan agar penyebabnya dapat dipastikan secara ilmiah dan transparan.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved