Rabu, 8 April 2026

Siswa SMP Bandung Tewas Dibunuh Teman, Ternyata Dipalak dan Dianiaya Sejak SD

Pembunuhan pelajar SMP ZAAQ (14) di Bandung terungkap. Dua teman dekat ditangkap usai korban ditemukan tewas di Kampung Gajah.

Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • 
Kasus pembunuhan siswa SMP di Bandung berinisial ZAAQ (14) menggemparkan publik. Korban sempat hilang selama sepekan sebelum ditemukan tewas membusuk di eks wisata Kampung Gajah Wonderland, Parongpong, Bandung Barat, Jumat (13/2/2026) malam.
  • Polisi menetapkan dua remaja sebagai pelaku, yakni YA (16) dan AP (17), yang ternyata teman dekat korban. 
  • Keluarga mengungkap korban sudah lama mengalami intimidasi, kekerasan, hingga pemalakan sejak SD.

TRIBUNNEWS.COM - Kasus pembunuhan siswa SMP di Bandung berinisial ZAAQ (14) mengungkap kisah pilu tentang pertemanan yang berubah menjadi tragedi mengerikan.

Korban ditemukan tewas di area bekas objek wisata Kampung Gajah Wonderland, Kabupaten Bandung Barat, setelah sempat dilaporkan hilang selama sepekan.

Polisi menetapkan dua remaja sebagai pelaku, yakni YA (16) dan APM/AP (17), yang ternyata merupakan teman dekat korban.

Fakta mengejutkan terungkap, ZAAQ disebut telah mengalami intimidasi, kekerasan, hingga pemalakan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

Baca juga: Motif Suami Bunuh Istri di Kabupaten Bandung, Jasad Ditemukan Anak Sulung di Rumah

Sempat Hilang Sepekan, Korban Ditemukan Membusuk

ZAAQ dilaporkan hilang sejak awal Februari 2026. Keluarga diliputi kecemasan selama tujuh hari penuh hingga jasad korban akhirnya ditemukan pada Jumat (13/2/2026) malam di kawasan terbengkalai Kampung Gajah, Parongpong.

Penemuan jasad ini bermula ketika sekelompok kreator konten horor tengah melakukan pengambilan gambar di lokasi tersebut.

Bau menyengat mengarahkan mereka ke satu titik hingga menemukan jasad manusia tergeletak.

Petugas kepolisian segera datang untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Ya memang betul bahwa ada kejadian TKP temu mayat di bekas wisata Kampung Gajah,” ungkap Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra, Sabtu (14/2/2026).

Saat itu identitas korban belum diketahui dan polisi masih menyebutnya sebagai Mr. X.

Kakek Korban Sudah Curiga Sejak Awal

Suasana duka masih terasa saat wartawan menyambangi rumah korban, Senin (16/2/2026). Undang (52), kakek korban, mengaku sejak awal menaruh kecurigaan terhadap YA.

“Saya sudah menyangka pelakunya dia. Rumahnya dekat sini. Selama pencarian kami tidak bisa tidur nyenyak,” ungkapnya.

Kecurigaan keluarga menguat setelah mengetahui YA berada di Bandung tepat pada hari hilangnya korban.

Korban Dipalak dan Dianiaya Sejak SD

Hubungan korban dengan YA bermula sejak kelas 5 SD di Banyuresmi. Namun, bagi ZAAQ, pertemanan itu justru menjadi awal penderitaan.

Menurut keluarga, korban kerap mengalami kekerasan fisik dan pemalakan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved